Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 28 Juli 2026
Jero Wacik : Hanya Akal-akalan Pengusaha
Sanur
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Jero Wacik menyatakan tidak akan merespon rencana 2 maskapai asing yaitu Qantas dan Continental yang berencana menutup jalur penerbanganya ke Bali. Apalagi rencana penutupan jalur penerbangan hanya didasarkan pada alasan tingginya landing fee atau biaya pendaratan dan parkir pesawat di Bandara Ngurah Rai Bali.
Penegasan tersebut disampaikan Jero Wacik dalam keteranganya di Sanur, Senin (4/8). Jero Wacik memastikan rencana Qantas dan Intercontinental untuk menutup jalur penerbangannya ke Bali hanya ancaman belaka. Ancaman ini juga merupakan alasan untuk mendapatkan keringanan biaya pendaratan pesawat dan parkir pesawat.
Menurut Jero Wacik rencana penutupan jalur penerbangan oleh Qantas dan Continental merupakan akal-akalan pengusaha semata. "Pengusaha kan biasa untuk mendapatkan keringanan. Coba kalau penumpangnya banyak gak jadi dia. Emang gampang cari tempat penerbangan, jangan takut lah," ujar Jero Wacik.
Jero Wacik menyampaikan jika dibandingkan dengan biaya landing fee di bandara internasional seperti di Australia maupun Amerika, Biaya landing fee di Bandara Ngurah rai Bali masih standar. (mlt)
Reporter: bbn/rob
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3878 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2397 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2011 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1931 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1792 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun