Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 1 Juli 2026
Janda Bom Bali : Kami Lelah dan Bosan Menunggu
Denpasar
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Pelaksanaan eksekusi terhadap terpidana mati Amrozy dkk yang tak menentu, membuat resah para janda korban Bom Bali I. Mereka minta agar eksekusi Amrozy cs secepatnya dilakukan agar mereka bisa tenang dan bisa menata hidup ke depan dengan lebih baik.
6 tahun sejak kehilangan suaminya Ketut Sumerawat pada peristiwa Bom Bali I di Sari Club, kehidupan Nyoman Rencini dan ketiga putrinya masih jauh dari kata layak. Untuk mencukupi kehidupan sehari-hari, Nyoman Rencini membuka sebuah warung kecil di depan rumah kontrakannya di Banjar Dangin Peken, Desa Intaran Sanur.
Tak hanya membuka warung, Rencini juga berjualan kain keliling. Berbagai pekerjaan serabutan juga terpaksa dilakukannya agar bisa mencukupi kebutuhan hidup yang terus meningkat.
Terkait proses hukum terhadap 3 napi Bom Bali I, Amrozy, Imam Samudera, dan Ali Gufron, Rencini meminta agar pemerintah secepatnya mengeksekusi ketiga napi ini.“Jika eksekusi terus diulur-ulur, saya tidak bisa tenang karena persoalan ini selalu membebani pikiran saya. Selain itu, terus terang saja saya sudah bosan mendengar eksekusi tidak jelas dan terkatung-katung,” kata Rencini, belum lama ini.
Hidup menderita akibat kehilangan suami juga dialami Wayan Rasni, yang tinggal di Banjar Peken Renon Denpasar. Suaminya, Made Sujana, merupakan satpam Sari Club yang tewas pada peristiwa Bom Bali I. Hingga sekarang jazadnya belum ditemukan.
Untuk mencukupi kebutuhan hidupnya dan ketiga anaknya, Rasni berjualan kain khas Bali berkeliling seputar Kota Denpasar. Meski sudah bekerja maksimal, pekerjaan yang dilakoninya belum bisa memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.
Senada dengan Rencini, Rasni juga meminta agar pemerintah segera mengeksekusi Amrozy, Imam Samudera, dan Ali Gufron. Ketiga napi Bom Bali I ini, menurut Rasni, telah menimbulkan derita bagi dirinya dan juga keluarga korban Bom Bali I lainnya.
”Ingin rasanya saya memafkan mereka. Tapi hati kecil ini belum bisa memaafkan mereka,” kata Rasni sambil menangis.Rencini dan Rasni sama-sama berharap eksekusi Amrozy dan kawan-kawan segera dilakukan.”Kita berharap pemerintah tegas. Apa yang sudah ditetapkan, hendaknya segera dilaksanakan. Jangan digantung seperti ini,” tegas Rencini didampingi ketiga putrinya. (gus)
Reporter: bbn/ctg
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun