Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 1 Mei 2026
Diseruduk Jazz, Kernet Tewas Tergencet
Denpasar
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Peristiwa naas, Selasa (26/8) dinihari, menimpa seorang kernet truk pengangkut kayu, Dwi Hartono alias Aan (26). Korban tewas setelah ditabrak dari belakang oleh mobil Jazz DK 1088 HH, dikemudikan I Gede Mertayasa (26), yang datang dari arah timur ke barat. Sementara supir, Sugito (35) dan kernet Budi Santoso (26), hanya mengalami luka ringan.
Saksi mata di lokasi kejadian pagi itu menerangkan, truk bermuatan kayu stragen bernopol DK 9365 QQ itu baru datang dari Bangli menuju rumah Sugito di kawasan Dalung Permai Badung.
Tiba-tiba saja, sekitar pukul 22.00 Wita, ban sebelah kiri truk itu ngembos ditengah badan jalan tepatnya di depan Makmur Jaya Elektronik. Walhasil, mereka pun terpaksa berhenti dan mulai mendongkrak, mengganti ban truk yang ngembos.
"Kami baru satu jam ganti ban yang gembos. Kami bertiga maunya mendongkrak ban dibelakang," jelas Sugito, yang bajunya berlumuran darah diduga darah milik adiknya.
Dikatakannya, sebelum kejadian, dia masuk ke bawah kolong truk bermaksud mendongkrak. Sementara adiknya, (Aan) tinggal di Gunung Agung Denpasar, berada di belakang sambil menyenter.
Sedangkan Budi Santoso (kernet) tinggal di Dalung Permai Blok UU/53 Dalung, berada disamping kanan truk memotong kayu untuk mengganjal ban.
Peristiwa tragis itu terjadi sekitar pukul 00.30 Wita. Saat mereka memperbaiki ban, tiba-tiba saja dari arah timur, meluncur kencang mobil Jazz warna hitam DK 1088 HH, dikemudikan I Gede Mertayasa tinggal di Banjar Anyar Kediri Tabanan.
Tak pelak, tabrakan tak dapat dihindarkan. Aan, yang berada di belakang Suktino, langsung diseruduk body depan mobil Jazz. Saking kuatnya serudukan mobil, menyebabkan Aan menyeruak ke bawah kolong dan menyeruduk kakak kandungnya.
Aan tewas seketika dalam kondisi parah. Sekujur tubuhnya berdarah-darah. Penyebab kematian korban diduga terkena benturan besi penyangga truk yang melintang di depannya.
"Saya hanya luka di jari kaki dan Budi tidak apa-apa karena dia dipinggir truk," ucap Sugito sambil menunjukkan jari kaki kirinya yang berdarah.
Sontak suasana jalan raya Gatsu heboh. Sejumlah pengguna kendaraan antusiasme melihat dari jarak dekat. Satuan lantas Poltabes Denpasar bertindak cepat mengeluarkan korban yang tergencet body depan truk. Selanjutnya melarikan jasad korban ke RSUP Sanglah.
Sementara pengemudi mobil Jazz digiring ke kantor Sat lantas Poltabes Denpasar. Berikut mobil jazz yang ringsek berat. Belum diketahui siapa yang salah dan benar dalam kejadian itu. Namun dari versi di lapangan, kecelakaan itu diduga akibat kelalaian supir truk.
Tanpa menghidupkan lampu belakang truk, atau pun tanda segitiga yang biasa dipakai para pengguna roda empat. Padahal, kedua tanda tersebut sangat berguna memberi peringatan kepada pengguna kendaraan lain, akan adanya perbaikan kendaraan.
Dari pengamatan di lapangan, supir truk hanya memasang tanda rambu peringatan dengan menggunakan pohon kecil yang dibawahnya disisipi batako. Jarak pohon ditempatkan sekitar 10 meter dari truk yang diparkir.
Seorang saksi mata menerangkan, awalnya dia sudah melihat ada truk parkir ditengah badan jalan. Dia berupaya memberi peringatan kepada supir, agar berhati-hati. Lagipula, truk tersebut tidak menyalakan lampu peringatan.
"Tapi saya tak berani nanti supirnya marah, makanya saya hanya lihat saja dari jauh. Tak lama saya dengar ada suara brak,,. Saya kira, truknya menghidupkan mesin, ternyata ditabrak," jelas saksi yang saat itu bermaksud berbelanja di simpang tiga Gatsu Barat Denpasar.
Versi lainnya, kelalaian disebabkan pengemudi supir mobil Jazz. Pasalnya, I Gede Mertayasa kurang mengontrol diri (konsentrasi) saat mobilnya melaju kencang dan tidak melihat ada mobil diparkir di tengah badan jalan. (Spy)
Reporter: bbn/rob
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang