Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 6 Juli 2026
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Pembersihan patung (rupang) dewa-dewi di Vihara Dharmayana, Kuta, Bali, menjadi tradisi tahunan penting bagi warga Tionghoa dalam menyambut Tahun Baru Imlek. Ritual ini dimaknai sebagai upaya membersihkan diri dan lingkungan suci sebelum memasuki tahun yang baru.
Upacara dilakukan dengan membersihkan dan memandikan arca suci menggunakan air kembang, disertai pemasangan lampion dan ornamen merah sebagai bagian dari persiapan persembahyangan Imlek. Tradisi ini juga berlangsung di sejumlah kongco di berbagai wilayah Bali.
Salah satunya terpantau di Griya Kongco Dwipayana Tanah Kilap, Denpasar Selatan, Kamis (12/02). Menyambut Imlek Kongzili ke-2577 tahun 2026, rangkaian persiapan difokuskan pada ritual pembersihan rupang, penataan sarana persembahyangan, serta pemasangan ornamen bernuansa merah yang mencerminkan akulturasi tradisi Tionghoa dan Hindu.
Puncak rangkaian Imlek akan ditandai dengan persembahyangan bersama serta pertunjukan barongsai pada malam Tahun Baru Imlek. Ida Bagus Made Adnyana selaku penglingsir Kongco menyampaikan bahwa persiapan telah dimulai sejak Selasa (10/2), diawali dengan sembahyang bersama mengantar dewa ke langit pada pukul 23.00 WITA.
Selanjutnya, pada Senin (16/2/2026) tepat pukul 24.00 WITA akan dilaksanakan persembahyangan bersama untuk menutup Imlek 2025 dan membuka Imlek 2026 yang jatuh pada 17 Februari 2026.
Makna pembersihan rupang dan kawasan kongco dalam tradisi ini adalah harapan untuk memasuki tahun baru dengan hati yang bersih. Dengan hati yang bersih, umat berharap segala hal yang dijalani pada tahun mendatang dapat berjalan baik.
Proses pembersihan melibatkan seluruh pengurus dan pengayah atau petugas klenteng dalam berbagai kategori. Mereka yang melakukan pembersihan rupang merupakan petugas yang telah melalui proses ritual atau di-“winten” secara adat Bali.
Dalam perayaan Imlek pada 17 Februari 2026, Griya Kongco Dwipayana Tanah Kilap akan menggelar persembahyangan bersama sejak tengah malam sehari sebelumnya, yang juga diiringi pertunjukan barongsai serta pementasan kembang api.
"Di tanggal 17 Februari kita merayakan hingga Cap Go Meh, dihadiri ratusan umat Hindu, Buddha, dan Tionghoa hadir untuk bersembahyang di klenteng yang juga berdekatan dengan Pura Candi Narmada ini. Dimana umat yang datang ke Griya Konco Dwipayana ini sangat beragam. Umat Hindu datang Budha datang, wujud toleransi yang sangat tinggi," Jelas Ida Bagus Made Adnyana atau akrab dipanggil Ratu.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/maw
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3570 Kali
Risiko terhadap Momentum Digital Indonesia
Dibaca: 1135 Kali
Peserta JKN Tembus 282,7 Juta, BPJS Kesehatan Catat Kinerja Positif
Dibaca: 543 Kali
CBR Tabrak Truk di Sibetan, Pemotor Tewas di Tempat
Dibaca: 520 Kali
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun