Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 19 Juni 2026
Mengandung Logam Berat dan Beracun
Renon
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Hasil Penelitian Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA) Universitas Udayana, kandungan logam berat dalam air kali dan Sungai di Denpasar telah melebihi ambang batas baku mutu kualitas air.
Hal ini disampaikan Peneliti Fakultas MIPA Universitas Udayana IGK Darmaputra, Msi ketika ditemui Beritabali.com di Renon, Selasa (16/9).
Tingginya kandungan logam berat menyebabkan air kali dan sungai di Denpasar tidak lagi direkomendasikan untuk digunakan sebagai air minum. Air kali dan Sungai di Denpasar juga tidak direkomendasikan untuk digunakan sebagai air mandi mengingat kandungan logam berat dalam air dapat menyebabkan iritasi pada kulit.
Darmaputra menyebutkan beberapa kandungan logam berat yang ditemukan pada air sungai dan kali di Denpasar seperti Timbal, Merkuri hingga Cromium.
“Ini sangat beracun bagi tubuh. Indikasinya berdampak pada kesehatan manusia. Seperti kalau kasus merkuri dapat berupa cacat mental karena mengganggu sistem saraf,†papar Ketua Yayasan Pembangunan Bali Berkelanjutan.
Darmaputra menyebutkan tingginya kandungan limbah logam pada air sungai dan kali di Denpasar bersumber dari pembuangan limbah sablon dan limbah yang bersumber dari bengkel-bengkel di Denpasar.
Darmaputra merekomendasikan pemerintah Kota Denpasar untuk membuat instalansi pengolahan limbah industri dan tidak mencapur sistem pengelolaan limbah industri dan limbah domestik atau rumah tangga. (mlt)
Reporter: bbn/rob
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun