Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 1 Mei 2026
Rumah Korban Berdekatan, Satu Banjar Berduka
BERITABALI.COM, TABANAN.
Lima korban keganasan laut selatan tepatnya di Pantai Bonian Desa Antap, Kecamatan Selemadeg hingga Senin sore berhasil ditemukan. Kelima korban berasal dari satu banjar (dusun) sehingga membuat suasana Banjar Sukawati mengharu biru.
Lima Korban yang telah ditemukan I Made Ade Darma Hermawan (13), Made Candra Desa Rela Putra (18), I Gusti Ngurah Ananta Primantara (20), I Gede Novi Saputra (17) dan Komang Ari Susanto (17).
Penemuan kelima korban membuat suasana di rumah korban haru biru. Terlebih rumah korban satu dengan lainnya di Banjar Sukawati Desa Selemadeg, Kecamatan Selemadeg berdekatan.
Suasana hujan yang mengguyur Banjar Sukawati, Desa Selemadeg semakin menambah dalamnya duka yang dialami keluarga korban.
Pencairan kelima korban yang terseret arus dan tenggelam Minggu sore (28/12) lalu terus dilakukan. Semalam suntuk mencari keberadaan kelima korban akhirnya behasil menemukan mayat I Made Ade Darma Hermawan (13).
Tubuh Ade ditemukan sudah tidak bernyawa lagi dalam posisi mengapung sekitar pukul 04.00 Wita Senin (29/12). Mayat Ade ditemukan mengapung sekitar satu kilometer sebelah barat dari TKP (Tempat Kejadian Perkara) tepatnya di Pantai Suan Galuh.
Tubuh Ade yang sudah kaku tersebut kemudian dibawa Ambulan RSUD Tabanan ke rumah duka di Banjar Sukawati, Desa Selemadeg, Kecamatan Selemadeg. Isak tangis keluarga menyambut kedatangan mayat korban yang masih duduk di bangku SMP.
Selang beberapa jam tepatnya pukul 11.30 Wita tim gabungan kembali menemukan sosok mayat yang mengapung. Kali ini mayat Made Candra Desa Rela Putra (18). Tubuh Candra ditemukan terlungkup mengapung di barat TKP sekitar lokasi ditemukanya mayat Ade, tepatnya di sekitar Pura Dalem Bonian.
Keluarga korban yang menunggu semalaman histeris di lokasi ketika mengetahui kalau yang ditemukan oleh Tim Gabugan adalah mayat Candra. Orang tua Candra pun menolak ketika polisi menginginkan mayat Candra dibawa ke Rumah Sakit.
"Langsung bawa pulang ke rumah saja, jangan lagi dibawa ke rumah sakit,"jelas Wayan Sedana (44) ayah Candra.
Tiba di rumah korban yang berselang lima rumah dari rumah Ade, suasana isak tangis kembali membahana. "Tidak ada firasat aneh,"jelas Sedana, ayah Candra.
Kepergian anaknya dia relakan dan diyakini sebagai musibah.
Belum usai duka di rumah Candra, informasi dari TKP yang menyebutkan tubuh korban I Gusti Ngurah Ananta Primantara (20) sudah ditemukan membuat suasan rumah keluarga I Gusti Alit Jaya Setiawan (ayah Ngurah Ananta) yang lokasinya tiga rumah dari rumah Candra kembali mengharu biru.
Tubuh Ngurah Ananta ditemukan mengapung di lokasi yang tidak jauh dari mayat Candra sekitar pukul 13.30 Wita.
Korban keempat yakni I Gede Novi Saputra (17) ditemukan mengapung di sekitar lokasi sekitar pukul 17.10 Wita. Korban terakhir yakni I Komang Ari Susanto (17) ditemukan sekitar dua kilometer sebelah barat TKP sekitar pukul 18.30 Wita.
Mayat Ari ditemukan terdampar oleh warga sekitar yang berusaha ikut mencari keberadaan kelima korban.
Seperti diketahui, sebelum terseret arus kelima korban sempat bermain bola di TKP sekitar pukul 17.00 Wita, Minggu (28/12) lalu. Usai bermain bola kelimanya kemudian mandi ke tengah lautan. Tak disangka ombak besar pun mengantam kelimanya.
Kelima pemuda asal Banjar Sukawati Desa Selemadeg Kecamatan Selemadeg itu akhirnya ditemukan sudah jadi mayat. (nod)
Reporter: bbn/nod
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang