Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Scanner Rusak, Petugas Kewalahan

Gilimanuk

Kamis, 30 Juli 2009, 15:39 WITA Follow
Beritabali.com

Beritabali.com

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, JEMBRANA.

Upaya pencegahan masuknya teroris di Pulau Dewata tampaknya masih berjalan setengah hati. Pasalnya, sebagian besar scanner di Pos Pemeriksaan KTP Gilimanuk rusak parah padahal arus masuknya pendatang ke Bali melalui Pelabuhan Gilimanuk cukup deras.

Dari pantauan di lokasi, empat dari lima scanner yang disiapkan untuk memeriksa KTP penduduk yang masuk ke Bali rusak parah dan tidak bisa dipergunakan.

“Yang satu lagi baru dipakai untuk memeriksa lima KTP saja sudah ngadat dan hang,” ujar salah seorang petugas di pos tersebut yang minta namanya tidak dionlinekan, Kamis (30/7).

Menurutnya scanner tersebut sudah sejak lama mengalami kerusakan namun hingga kini belum diperbaiki. “Sampai saat ini belum diperbaiki sehingga kami terpaksa memeriksa KTP secara manual,” katanya.

Atas rusaknya scanner tersebut, dia mengaku cukup kewalahan memeriksa KTP penduduk yang datang, apalagi sekarang arus kedatangan mereka cukup deras. “Terus terang kami kewalahan karena penduduk yang datang cukup banyak sedangkan personil kami terbatas,” keluhnya.

Menurutnya, belakangan ini banyak penduduk yang datang KTPnya sudah kadaluarsa dan beberapa malah tidak membawa KTP. “Kalau kami lihat KTP-nya mati atau tidak punya KTP kami langsung proses dan pulangkan. Sejak kemarin sudah 34 orang orang yang terpaksa dipulangkan karena tidak membawa identitas diri,” katanya.

Sementara itu Kepala Dinas Pendaftaran Penduduk, Tenaga Kerja, Catatan Sipil dan Transmigrasi (Dafduknakertranscapil) Jembrana, IGP Sudhiarsa ketika dikonfirmasi Kamis (30/7) tidak membantah kalau scanner di pos pemeriksaan KTP Gilimanuk rusak. Pihaknya berjanji akan mengganti semua scanner yang rusak tersebut.

“Memang itu kewenangan provinsi namun pemeliharaannya ada pada kita (Pemkab,red). Besok kami akan drop tiga scanner,” katanya.

Keterbatasan personil juga diakui oleh Sudhiarsa. Saat ini, imbuh Sudhiarsa, ada 24 personil yang jaga, terbagi dalam 3 shift yang masing-masing shift terdiri dari 8 orang, terdiri dari 3 orang PNS, 2 orang Satpol PP, seorang tentara, seorang polisi dan seorang LSM.

“Dari hasil evaluasi, kami akan mengusulkan pola baru di pos pemeriksaan KTP Gilimanuk sehingga lebih efektif. (dey)
Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: -



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami