Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Jumat, 1 Mei 2026
Nelayan Demo Proyek Tambak
Banyubiru
Selasa, 11 Agustus 2009,
17:05 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Puluhan nelayan warga Dusun Pebuahan, Banyubiru, Negara mendemo pembangunan tambak di pesisir pantai Pebuahan. Pasalnya, mereka merasa dibohongi dan menuding proyek tersebut mengganggu aktivitas mereka memasang jaring.
Dari informasi yang dihimpun, Selasa (11/8) puluhan nelayan warga Pebuahan, Banyubiru, Negara mendemo proyek tambak yang sedang dibangun oleh Hendra Prametu.
Mereka merasa dibohongi oleh pengusaha tersebut lantaran jalan utama menuju ke kampung nelayan tersebut hancur lebur lantaran dilintasi truk-truk besar yang mengangkut tanah untuk kepentingan pembangunan tambak tersebut.
Padahal, menurut mereka, pengusaha berjanji akan memperbaiki jalan tersebut dalam waktu seminggu. “Janjinya seminggu tapi sampai sekarang belum diperbaiki. Jalannya hancur lebur, sudah banyak yang jadi korban,†tandas seorang nelayan.
Selain masalah jalan, warga juga menuding pemasangan pipa paralon yang dilakukan oleh pihak pengusaha tambak mengganggu aktivitas nelayan dalam memasang jaring.
“Paralon yang dipasang ratusan meter itu mengganggu aktivitas kami untuk memasang jaring lantaran pemasangannya terlalu ke timur sehingga kami susah memasang jaring,†ujar seorang tokoh masyarakat yang meminta namanya agar tidak dionlinekan, Selasa (11/8).
Menurutnya, lantaran pemasangan paralon yang terlalu ke timur tersebut, 80 persen lahan nelayan hilang. “Celakanya, di lahan yang 80 persen itu tempatnya ikan,†tandasnya.
Sementara itu, Hendra Prametu ketika coba dihubungi anak buahnya untuk dikonfirmasi dikatakan sedang tidak ada di tempat. “Dia jarang ke sini,†katanya.
Masturi, Perbekel Banyubiru ketika dikonfirmasi, Selasa (11/8) membenarkan kalau puluhan warganya yang berprofesi sebagai nelayan di Pebuahan melakukan aksi demo.
“Saya tidak sempat datang karena sedang rapat, saya diwakili staf,†katanya. Masturi membenarkan kalau warganya protes terkait pemasangan paralon dan jalan yang belum diperbaiki. (dey)
Dari informasi yang dihimpun, Selasa (11/8) puluhan nelayan warga Pebuahan, Banyubiru, Negara mendemo proyek tambak yang sedang dibangun oleh Hendra Prametu.
Mereka merasa dibohongi oleh pengusaha tersebut lantaran jalan utama menuju ke kampung nelayan tersebut hancur lebur lantaran dilintasi truk-truk besar yang mengangkut tanah untuk kepentingan pembangunan tambak tersebut.
Padahal, menurut mereka, pengusaha berjanji akan memperbaiki jalan tersebut dalam waktu seminggu. “Janjinya seminggu tapi sampai sekarang belum diperbaiki. Jalannya hancur lebur, sudah banyak yang jadi korban,†tandas seorang nelayan.
Selain masalah jalan, warga juga menuding pemasangan pipa paralon yang dilakukan oleh pihak pengusaha tambak mengganggu aktivitas nelayan dalam memasang jaring.
“Paralon yang dipasang ratusan meter itu mengganggu aktivitas kami untuk memasang jaring lantaran pemasangannya terlalu ke timur sehingga kami susah memasang jaring,†ujar seorang tokoh masyarakat yang meminta namanya agar tidak dionlinekan, Selasa (11/8).
Menurutnya, lantaran pemasangan paralon yang terlalu ke timur tersebut, 80 persen lahan nelayan hilang. “Celakanya, di lahan yang 80 persen itu tempatnya ikan,†tandasnya.
Sementara itu, Hendra Prametu ketika coba dihubungi anak buahnya untuk dikonfirmasi dikatakan sedang tidak ada di tempat. “Dia jarang ke sini,†katanya.
Masturi, Perbekel Banyubiru ketika dikonfirmasi, Selasa (11/8) membenarkan kalau puluhan warganya yang berprofesi sebagai nelayan di Pebuahan melakukan aksi demo.
“Saya tidak sempat datang karena sedang rapat, saya diwakili staf,†katanya. Masturi membenarkan kalau warganya protes terkait pemasangan paralon dan jalan yang belum diperbaiki. (dey)
Berita Premium
Reporter: -
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Senin, 30 Maret 2026
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Kamis, 26 Maret 2026
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang
Kamis, 12 Februari 2026
Tradisi Imlek Unik di Singaraja, Patung Dewa Disucikan Tirta Tiga Pura
Rabu, 11 Februari 2026