Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Selasa, 28 Juli 2026
Nelayan Demo Proyek Tambak
Banyubiru
Selasa, 11 Agustus 2009,
17:05 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Puluhan nelayan warga Dusun Pebuahan, Banyubiru, Negara mendemo pembangunan tambak di pesisir pantai Pebuahan. Pasalnya, mereka merasa dibohongi dan menuding proyek tersebut mengganggu aktivitas mereka memasang jaring.
Dari informasi yang dihimpun, Selasa (11/8) puluhan nelayan warga Pebuahan, Banyubiru, Negara mendemo proyek tambak yang sedang dibangun oleh Hendra Prametu.
Mereka merasa dibohongi oleh pengusaha tersebut lantaran jalan utama menuju ke kampung nelayan tersebut hancur lebur lantaran dilintasi truk-truk besar yang mengangkut tanah untuk kepentingan pembangunan tambak tersebut.
Padahal, menurut mereka, pengusaha berjanji akan memperbaiki jalan tersebut dalam waktu seminggu. “Janjinya seminggu tapi sampai sekarang belum diperbaiki. Jalannya hancur lebur, sudah banyak yang jadi korban,†tandas seorang nelayan.
Selain masalah jalan, warga juga menuding pemasangan pipa paralon yang dilakukan oleh pihak pengusaha tambak mengganggu aktivitas nelayan dalam memasang jaring.
“Paralon yang dipasang ratusan meter itu mengganggu aktivitas kami untuk memasang jaring lantaran pemasangannya terlalu ke timur sehingga kami susah memasang jaring,†ujar seorang tokoh masyarakat yang meminta namanya agar tidak dionlinekan, Selasa (11/8).
Menurutnya, lantaran pemasangan paralon yang terlalu ke timur tersebut, 80 persen lahan nelayan hilang. “Celakanya, di lahan yang 80 persen itu tempatnya ikan,†tandasnya.
Sementara itu, Hendra Prametu ketika coba dihubungi anak buahnya untuk dikonfirmasi dikatakan sedang tidak ada di tempat. “Dia jarang ke sini,†katanya.
Masturi, Perbekel Banyubiru ketika dikonfirmasi, Selasa (11/8) membenarkan kalau puluhan warganya yang berprofesi sebagai nelayan di Pebuahan melakukan aksi demo.
“Saya tidak sempat datang karena sedang rapat, saya diwakili staf,†katanya. Masturi membenarkan kalau warganya protes terkait pemasangan paralon dan jalan yang belum diperbaiki. (dey)
Dari informasi yang dihimpun, Selasa (11/8) puluhan nelayan warga Pebuahan, Banyubiru, Negara mendemo proyek tambak yang sedang dibangun oleh Hendra Prametu.
Mereka merasa dibohongi oleh pengusaha tersebut lantaran jalan utama menuju ke kampung nelayan tersebut hancur lebur lantaran dilintasi truk-truk besar yang mengangkut tanah untuk kepentingan pembangunan tambak tersebut.
Padahal, menurut mereka, pengusaha berjanji akan memperbaiki jalan tersebut dalam waktu seminggu. “Janjinya seminggu tapi sampai sekarang belum diperbaiki. Jalannya hancur lebur, sudah banyak yang jadi korban,†tandas seorang nelayan.
Selain masalah jalan, warga juga menuding pemasangan pipa paralon yang dilakukan oleh pihak pengusaha tambak mengganggu aktivitas nelayan dalam memasang jaring.
“Paralon yang dipasang ratusan meter itu mengganggu aktivitas kami untuk memasang jaring lantaran pemasangannya terlalu ke timur sehingga kami susah memasang jaring,†ujar seorang tokoh masyarakat yang meminta namanya agar tidak dionlinekan, Selasa (11/8).
Menurutnya, lantaran pemasangan paralon yang terlalu ke timur tersebut, 80 persen lahan nelayan hilang. “Celakanya, di lahan yang 80 persen itu tempatnya ikan,†tandasnya.
Sementara itu, Hendra Prametu ketika coba dihubungi anak buahnya untuk dikonfirmasi dikatakan sedang tidak ada di tempat. “Dia jarang ke sini,†katanya.
Masturi, Perbekel Banyubiru ketika dikonfirmasi, Selasa (11/8) membenarkan kalau puluhan warganya yang berprofesi sebagai nelayan di Pebuahan melakukan aksi demo.
“Saya tidak sempat datang karena sedang rapat, saya diwakili staf,†katanya. Masturi membenarkan kalau warganya protes terkait pemasangan paralon dan jalan yang belum diperbaiki. (dey)
Berita Jembrana Terbaru
Berita Premium
Reporter: -
Berita Terpopuler
01
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3878 Kali
02
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2427 Kali
03
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2011 Kali
04
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1934 Kali
05
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1793 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Sabtu, 18 Juli 2026
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Selasa, 16 Juni 2026
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Senin, 25 Mei 2026
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Senin, 18 Mei 2026
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Selasa, 5 Mei 2026