Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 1 Mei 2026
Polisi Dor Perampok Turis Jepang
Beritabali.com, Denpasar
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Dua pekan lebih diselidiki, jajaran buser Polsek Kuta Selatan menuntaskan kasus perampokan turis Jepang Harumi Chiba (37). Perampoknya adalah sang pacar, Suyanto alias Yanto (28) asal Banyuwangi. Kakinya terpaksa dilumpuhkan timah panas karena berusaha kabur saat digiring ke TKP (tempat kejadian perkara).
Perampokan yang menimpa korbannya, terjadi pada Kamis (4/11) sekitar pukul 19.00 Wita. Korban, Harumi Chiba yang tinggal di Jalan Karang Tenget No. 17 Tuban, Kuta, sebelumnya ditemukan warga dalam kondisi tubuhnya penuh luka. Akibat jatuh dari ketinggian sekitar 15 meter di Jalan Pantai Segara tepatnya utara Hotel Niko Resort Bali, Nusa Dua.
Dari hasil penyelidikan dipimpin Kanit Reskrim Iptu I Made Dayendra mendapat informasi kalau pelakunya adalah Suyanto yang tinggal bersama pacarnya bernama Eka Tien Wahyuningsih alias Dewi di Jalan Buakan Sari Mumbul, Kuta Selatan.
Namun, saat aparat kepolisian datang ke kosan, mereka mendapati rumah kosong. Informasi belakangan, pacarnya tengah melangsungkan pernikahan di Cilacap.
Menurut Kapolsek Kuta Selatan AKP Nanang Pri Hasmoko, pihaknya langsung mengerahkan anggota ke Cilacap guna membekuk tersangka Suyanto.
Anggota berangkat, pada Jumat (12/11) dan dibantu Polres Cilacap, dua hari kemudian sekitar pukul 04.00 pelaku ditangkap. Dia tidak bisa mengelak karena barang bukti milik korban ditemukan yakni sebuah Hp,ungkap Kapolsek.
Dalam keterangannya ke penyidik, menyoal hilangnya sepeda motor korban, Kapolsek mengatakan, kalau sepeda motor korban Yamaha Jupiter MX DK 8417 IH dititip pelaku di rumah keluarganya di Jember.
Motor korban sudah kami sita, tegasnya.
Untuk barang lainnya yang hilang seperti sebuah Handycam, Hp, walkman, tas serta dompet berisi uang Rp 30 ribu, menurut pelaku diberikan kepada Doni beralamat di Sesetan.
Tapi saat kita ke lokasi, tersangka berusaha kabur dan kita melepaskan tembakan peringatan. Karena tidak digubris, terpaksa kaki kanannya dilumpuhkan,egasnya lagi.
Tersangka Suyanto mengaku kesal dengan korban. Alasannya, dia diminta membayar utangnya senilai Rp 11 juta untuk keperluan membayar kos, kredit sepeda motor dan makan sehari-hari.
Selain itu, kekesalan juga karena persoalan kehamilan. Korban yang dipacarinya sejak Maret sampai Juli 2010 itu, hami 2,5 Bulan dan nekad menggugurkan kandungan tanpa sepengetahuan tersangka.
Saya kesal sama dia karena dia menagih hutang dan gugurkan kandungan tanpa sepengetahuan saya, bebernya. (Spy)
Reporter: bbn/rob
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang