Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Pendidikan HIV/AIDS Masuk Kurikulum

Beritabali.com, Renon

Selasa, 14 Desember 2010, 17:55 WITA Follow
Beritabali.com

image.google.com

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, DENPASAR.

Pemerintah provinsi Bali memutuskan untuk memasukkan pendidikan HIV/AIDS sebagai bagian dari kurikulum pendidikan di tingkat SLTP dan SMU.

Keputusan ini diambil karena pendidikan HIV/AIDS melalui kegiatan ekstrakulikuler dalam bentuk Kelompok Siswa penduli AIDS (KSPA) di sekolah-sekolah belum terlalu efektif.

Kepala Dinas Kesehatan Bali dr. Nyoman Sutedja pada keteranganya di Renon (14/12) mengatakan pendidikan HIV/AIDS akan dimasukkan dalam kurikulum pendidikan dalam bentuk muatan pendidikan lokal.

Dimana pendidikan HIV/AIDS pada tahap awal diajarkan oleh para petugas kesehatan di tingkat puskesmas.

Sutedja menyampaikan pendidikan AIDS di sekolah ini lebih dititikberatkan pada pengenalan penyakit AIDS dan penularan HIV/AIDS.

�Selama ini siswa hanya tahu hanya orang dewasa yang bisa tertular tapi sebenarnya semua umur bisa kena, kini akan meluruskan ini, � Nyoman Sutedja.

Nyoman Sutedja mengungkapkan sampai saat ini jumlah kasus HIV/AIDS di Bali telah mencapai angka 3800 kasus.

Dari jumlah kasus tersebut rata-rata yang terinfeksi adalah remaja umur produktif yaitu umur 20-29 tahun. (mlt)


 

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: -



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami