Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 1 Mei 2026
Redam Konflik, Wedakarna Besok Bertemu Pastika
Denpasar
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Beritabali.com, Denpasar. Untuk meredam konflik antara dirinya dengan pihak Gubernur Bali, Made Mangku Pastika, Rektor Universitas Mahendradatta Denpasar, Arya Wedakarna rencananya besok Kamis 12 September 2013 akan menghadap dan berdialog langsung dengan mantan Kapolda Bali itu.
Wedakarna yang juga Ketua DPD PNIM Bali menyatakan selaku akademisi dan juga politisi, pertemuan atas inisiatifnya itu juga bertujuan menghentikan kegaduhan politik yang cenderung bergerak liar ini. "Saya tidak mau ini menjadi bola liar. Saya beritikad baik menghentikan kegaduhan politik ini dengan bertemu langsung dengan Pak Gubernur," ujarnya, ketika ditemui di kantornya di Denpasar, Rabu (11/9/2013).
Wedakarna memaparkan kesungguhannya ingin bertemu Pastika, dengan melayangkan surat permintaan audiensi kepada Gubernur Mangku Pastika. Bahkan katanya, Surat bernomor 018/ K/ DPD PNIM Bali/ IX/ 2013 tertanggal 10 September 2013 tersebut juga sudah berada di tangan Sekpri Gubernur Bali, Surya Atmaja. "Sekarang tergantung Pak Gubernur, terima audiensi saya atau tidak," jelasnya.
Permintaan audiensi dengan Pastika, sambung Wedakarna juga bermaksud mengklarifikasi terkait pandangannya yang belakangan justru diklaim sebagai tindakan makar dan provokatif. "Apanya yang makar? Apanya yang menggulingkan gubernur? Saya ini tidak punya kekuatan apa-apa untuk menggulingkan gubernur. Saya tahu diri dengan kekuatan PNIM yang saya pimpin," ucapnya.
Wedakarna juga mrngaku akan meminta klarifikasi gubernur, di antaranya terkait sikap Gubernur Mangku Pastika pasca pencabutan SK terkait reklamasi. Selain itu, ia akan minta penjelasan mengenai pengakuan sekelompok orang dalam ormas dan parpol yang mengaku mengatasnamakan gubernur Bali.
"Apakah benar, Pak Mangku Pastika yang mengirim orang-orang itu. Saya yakin tidak. Mereka hanya orang-orang yang ingin mendapatkan perhatian Pak Gubernur," sindirnya.
Dalam pertemuan dengan Pastika, ia juga akan menyampaikan posisi PNIM bahwa dalam Pilgub Bali 2013 lalu, PNIM telah menyatakan golput atau netral. "Dengan demikian, PNIM tidak memiliki keterikatan politik kepada kandidat manapun, dan jelas tidak ada kepentingan untuk makar terhadap gubernur sebagaimana dituduhkan sejumlah pihak,"tuturnya.
Wedarkana sangat menyayangkan sikap berlebihan dari pendukung Pastika, baik yang tergabung dalam Forum Relawan Bali Mandara (Forbara) maupun fraksi-fraksi Koalisi Bali Mandara di DPRD Bali. Baginya, reaksi para pendukung Pastika terkait pernyataannya selaku akademisi sangat berlebihan dan mengada-ada.
"Saya sesalkan mereka-mereka yang berada di sekitar Pak Gubernur, termasuk juga partai-partai yang ikut campur dalam pandangan saya selaku akademisi terkait reklamasi Teluk Benoa. Ini pandangan akademis saya selaku dosen dan rektor, tetapi justru digiring ke ranah politik," ungkapnya heran.
Wedakarna berdalih bahwa apa yang disampaikannya dan dilansir oleh sebuah media massa murni merupakan pandangan akademis atas kisruh reklamasi Teluk Benoa yang sudah mendapat perhatian publik. Namun ironisnya, pandangan akademis tersebut justru disulap menjadi sebuah kegaduhan politik.
"Kegaduhan politik ini dimanfaatkan oleh oknum, kelompok, dan pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab, termasuk mereka yang saya istilahkan sebagai politisi social climber atau mereka yang memanfaatkan panggung milik orang lain untuk kepentingan politiknya dalam Pemilu 2014," sindirnya.
Untuk itu, Wedakarna ingin mengingatkan Gubernur Mangku Pastika agar jangan sampai dimanfaatkan oleh orang-orang yang berada di sekelilingnya. "Saya ingatkan Pak Gubernur bahwa di samping beliau ada banyak brutus-brutus. Jadi harus berhati-hatilah sama sangut dan sengkuni," pungkasnya. (dws)
Reporter: -
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang