Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 1 Mei 2026
Para Guru Asia Eropa Kerjasama Belajar Secara Online
Badung
BERITABALI.COM, BADUNG.
Beritabali.com, Nusa Dua. Para praktisi pendidikan di kawasan Asia dan Eropa kini terus meningkatkan kerjasama metode belajar kelas bersama antar negara classroom network (Classnet) dengan konsep online.
Metode belajar bersama secara online itu digagas Asia Europe Foundation (ASEF) dan Khatulistiwa Indonesia (KPI). Untuk mendukung itu, ratusan guru baik dari lembaga formal dan normal bertemu dalam konferensi yang digelar selama empat hari di Nusa Dua, Bali.
Dewan Gubernur ASEF, Soemadi D.M.Brotodingirat menyatakan bahwa ASEF merupakan yayasan atau organisasi dunia berkedudukan di Singapura yang menangani program kerja sama bidang pendidikan dan charity. "Pertemuan antar pendidik atau guru di kawasan Asia Eropa, kata Soemadi untuk saling menguatkan hubungan antara rakyat kedua benua sehingga hubungannya lebih mengakar," ujarnya di Nusa Dua, Rabu (30/10/2013).
Menurut Soemadi, bahwa tidak hanya hubungan baik terjalin antara pemerintah dengan pemerintah di kawasan itu melainkan juga terjadi antar masyarakat atau 'poeple to people' dalam berbagai aspek hubungan. "Janganlah kita bicara melulu hubungan politik, ekonomi semata tetapi bagaimana di kawasan ini bisa saling bekerjasama bidang pendidikan, lingkungan hidup dan lainnya," imbuh mantan pejabat Kemenlu itu.
Sementara, Manager Program ASEF Classroom Network Conference ke-11 Dwina Arini Fikrianti menambahkan salah satu kegiatan yang terus dikembangkan Asia Eropa yakni membuat kelas belajar bersama secara internasional yang dihubungkan lewat online.
"Metode ini biasanya para guru dan peserta program duduk belajar bersama lewat kelas bersama dengan guru-guru lainnya di negara-negara lain," imbuh Dwina.
Lebih lanjut Dwina memaparkan jika salah satu program yang menjadi perhatian model belajar bersama secara online ini adalah bagaimana membangun kepedulian lingkungan. Dan masalah budaya juga menjadi perhatian, di mana setiap negara tentunya memiliki potensi masing-masing seperti Indonesia.
"Setiap negara peserta menampilkan aspek budaya dimiliki seperti Indonesia yang mengusung tema boneka. Kita menggali potensi itu di setiap negara. Indonesia memiliki boneka wayang yang dikenalkan ke dunia seperti wayang kulit dan golek. Mereka punya apa, di Rusia punya boneka kecil dan besar serta Jepang, memiliki boneka dorama, kabuki," paparnya.
Semua potensi itu, kata Dwina digali bersama-sama sehingga terjadi pertukaran budaya antar negara Asia Eropa. "Pendekatan ini menggabungkan atau berkolaborasi antar program-program kegiatan di sekolah Asia dan Eropa. Bagaimana program itu mampu membangun kesadaran dan kepedulian masyarakat utamanya anak-anak terhadap lingkungan sekitarnya," pungkasnya. (dws)
Reporter: -
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang