Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 21 September 2026
Para Guru Asia Eropa Kerjasama Belajar Secara Online
Badung
BERITABALI.COM, BADUNG.
Beritabali.com, Nusa Dua. Para praktisi pendidikan di kawasan Asia dan Eropa kini terus meningkatkan kerjasama metode belajar kelas bersama antar negara classroom network (Classnet) dengan konsep online.
Metode belajar bersama secara online itu digagas Asia Europe Foundation (ASEF) dan Khatulistiwa Indonesia (KPI). Untuk mendukung itu, ratusan guru baik dari lembaga formal dan normal bertemu dalam konferensi yang digelar selama empat hari di Nusa Dua, Bali.
Dewan Gubernur ASEF, Soemadi D.M.Brotodingirat menyatakan bahwa ASEF merupakan yayasan atau organisasi dunia berkedudukan di Singapura yang menangani program kerja sama bidang pendidikan dan charity. "Pertemuan antar pendidik atau guru di kawasan Asia Eropa, kata Soemadi untuk saling menguatkan hubungan antara rakyat kedua benua sehingga hubungannya lebih mengakar," ujarnya di Nusa Dua, Rabu (30/10/2013).
Menurut Soemadi, bahwa tidak hanya hubungan baik terjalin antara pemerintah dengan pemerintah di kawasan itu melainkan juga terjadi antar masyarakat atau 'poeple to people' dalam berbagai aspek hubungan. "Janganlah kita bicara melulu hubungan politik, ekonomi semata tetapi bagaimana di kawasan ini bisa saling bekerjasama bidang pendidikan, lingkungan hidup dan lainnya," imbuh mantan pejabat Kemenlu itu.
Sementara, Manager Program ASEF Classroom Network Conference ke-11 Dwina Arini Fikrianti menambahkan salah satu kegiatan yang terus dikembangkan Asia Eropa yakni membuat kelas belajar bersama secara internasional yang dihubungkan lewat online.
"Metode ini biasanya para guru dan peserta program duduk belajar bersama lewat kelas bersama dengan guru-guru lainnya di negara-negara lain," imbuh Dwina.
Lebih lanjut Dwina memaparkan jika salah satu program yang menjadi perhatian model belajar bersama secara online ini adalah bagaimana membangun kepedulian lingkungan. Dan masalah budaya juga menjadi perhatian, di mana setiap negara tentunya memiliki potensi masing-masing seperti Indonesia.
"Setiap negara peserta menampilkan aspek budaya dimiliki seperti Indonesia yang mengusung tema boneka. Kita menggali potensi itu di setiap negara. Indonesia memiliki boneka wayang yang dikenalkan ke dunia seperti wayang kulit dan golek. Mereka punya apa, di Rusia punya boneka kecil dan besar serta Jepang, memiliki boneka dorama, kabuki," paparnya.
Semua potensi itu, kata Dwina digali bersama-sama sehingga terjadi pertukaran budaya antar negara Asia Eropa. "Pendekatan ini menggabungkan atau berkolaborasi antar program-program kegiatan di sekolah Asia dan Eropa. Bagaimana program itu mampu membangun kesadaran dan kepedulian masyarakat utamanya anak-anak terhadap lingkungan sekitarnya," pungkasnya. (dws)
Reporter: -
Berita Terpopuler
Sopir Truk di Muncan Karangasem Dibakar Hidup-hidup, Diduga Soal Setoran
Dibaca: 8099 Kali
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5665 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3544 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2394 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan