Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 20 Juni 2026
KPK Diskriminatif Tangani Kasus Korupsi
jakarta
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Beritabali.com, Jakarta. Pengamat hukum dari Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta, Mudzakkir menilai, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) cenderung diskriminatif dalam memberantas korupsi. Terutama dalam menelaah lebih lanjut, pihak-pihak lain yang terlibat korupsi kasus Hambalang.
"Kalau ada orang yang dipilih (tersangka yang telah ditetapkan), maka orang lain yang terlibat diabaikan, timbul dugaan diskriminasi," kata Mudzakkir kepada INILAH.COM, Minggu (10/11/2013).
Ia menjelaskan, di dalam ilmu hukum, penyelidikan perkara korupsi seharusnya bersifat keilmuan, sehingga hasil yang didapatkan sesuai harapan. Namun dari kasus Hambalang, KPK tidak berani mengungkap nama-nama lain, terutama yang dekat dengan penguasa.
"Padahal dalam hukum pidana, proses penyidikan perkara pidana bersifat objektif, ilmiah, dan dapat diuji oleh siapa saja dan hasilnya akan sama. Sekarang muncul istilah baru, KPK berani atau tidak berani, independen atau tidak independen," terangnya.
Di samping itu, Mudzakkir menyebut kinerja KPK menimbulkan berbagai pertanyaan dalam menetapkan seseorang menjadi tersangka, KPK menetapkan tersangka terlebih dahulu, baru kemudian mencari bukti.
"Kasus Hambalang sebagai bukti cara kerja siapanya, sehingga kalau ada orang terlibat dan disebut di persidangan cenderung diabaikan (KPK)," ujar dia.
Seperti diketahui, tersangka Hambalang Anas Urbaningrum menantang KPK untuk mengungkap nama bu Pur (Sylvia Soleha), istri kepala rumah tangga Cikeas Purnomo D Rahardjo, sebagai salah satu aktor penting korupsi proyek wisma atlet Hambalang. Menanggapi hal tersebut, KPK pun enggan mengomentarinya. KPK dinilai tebang pilih dan tidak berani menyentuh pihak-pihak yang dekat dengan penguasa seperti Bunda Putri.[bbn/inilah.com]
Reporter: -
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun