Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Gubernur Prihatin Hotel Tidak Cerminkan Budaya Bali

Senin, 30 November 2015, 09:05 WITA Follow
Beritabali.com

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, DENPASAR.

Beritabali.com, Denpasar. Banyaknya keberadaan hotel dan sarana pariwisata di Bali merupakan perwujudan dari pesatnya perkembangan pariwisata di Bali. Namun sering kali keberadan hotel dan sarana pariwisata yang tersedia tidak mencerminkan kearifan lokal yang dimiliki oleh Bali. 
 
Demikian keprihatinan Gubernur Bali Made Mangku Pastika yang disampaikan dalam sambutaanya saat menghadiri Malam Penganugrahan Tri Hita Karana Awards 2015, di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Denpasar, Jumat (27/11/2015).
 
“Ini banyak yang seperti itu, minimal ornamennya mencirikan budaya Bali, saya harap ini dijadikan warning buat mereka, hotel seperti itu tidak layak di Bali,” ujar Pastika serius. 
 
Ia menyampaikan telah memikirkan sanksi yang akan di berikan kepada hotel yang tidak mencirikan budaya dan kearifan lokal di Bali. Pastika juga mengharapkan tahun depan agar diumumkan hotel – hotel yang tidak mencerminkan budaya serta kearifan lokal Bali dalam malam Penganugrahan Tri Hita Karana tersebut. 
 
 
“Tahun depan hotel – hotel seperti itu juga harus diumumkan disini, jika yayasan tidak berani, biar saya sendiri yang akan umumkan,” tegas Pastika. 
 
Hotel – hotel yang tidak mencerminkan budaya dan kearifan lokal Bali dinilai Pastika sebagai hotel yang tidak mendukung pembangunan Bali yang berdasarkan pada konsep Tri Hita Karana. Dan jika hotel tersebut tidak mencerminkan budaya serta kearifan lokal Bali, maka hotel tersebut tidak sesuai dengan filosofi Tri Hita Karana itu sendiri sehingga tidak layak untuk diberikan Tri Hita Karana Awards. 
 
Lebih lanjut ia mengharapkan agar seluruh pelaku pariwisata di Bali turut menjaga kesakralan dari berbagai seni yang dipertunjukkan di Bali, mengingat semua seni yang ada di Bali merupakan sebuah persembahan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Ia mengingatkan, jangan sampai karena materi, pelaku pariwisata rela mengorbankan kesucian dan kesakralan dari pertunjukan seni tersebut. 
 
Terkait dengan pelaksanaan Tri Hita Karana Awards, Pastika mengapresiasi pelaksanaan kegiatan ini dan diharapkan mampu memotivasi seluruh komponen masyarakat Bali khusunya komponen pariwisata dan pendidikan dalam mewujudkan Tri Hita Karana sekaligus mewujudkan tatanan kehidupan masyarakat yang harmonis. [bbn/hmsbali]
Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/rls



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami