Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Jumat, 1 Mei 2026
Tak Melaut, Perahu Nelayan Klecung Dimakan Rayap
Sabtu, 10 September 2016,
05:55 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, TABANAN.
Beritabali.com, Tabanan. Efek cuaca ekstrim ombak besar ternyata masih dirasahkan oleh sejumlah nelayan di Pantai Klecung, Banjar Klecung, Desa Tegalmengkeb, Kecamatan Selemadeg Timur, Tabanan.
Sejak enam bulan lalu hingga Jumat (9/9) nelayan Pantai Klecung belum berani melaut karena ombak di sekitar pantai Klecung masih tinggi. Nelayan setempat terpaksa memarkir perahunya di bawah pohon jauh dari bibir pantai.
Kondis perahu sudah tidak terawat lagi karena beberap kayu dimakan rayap. Tak hanya itu bagian lambung pun nampak sudah mulai keropos karena lama tak terpakai. Sementara itu mesin dari perahu terpaksa dibawa pulang karena sudah jarang dihidupkan.
Dewa Made Juliarta ( 35 ) nelayang setempat mengaku tidak melaut sejak 6 bulan. Bahkan kalau dipaksakan melaut akan membuat nyawanya terancam. Hal ini dibuktikan cuaca yang ada di sekitaran pantai Klecung masih ektrim. "Tiba-tiba ombak bisa tinggi, ini yang membuat kami takut melaut," ujar Juliarta.
Disamping itu selain berbahaya, jika dipaksakan melaut jaring yang akan digunakan tidak bekerja dengan baik, akibat deras air laut yang mengganas. "Bisa jadi kami rugi tak dapat ikan Layur, jaringnya dikendalikan ombak besar," imbuhnya.
Selain layur ada pula lobster yang dihasilkan di Pantai Klecung ini. Hanya saja ada peraturan bahwa ukuran lobster yang diatas 200 ons boleh diekspor hal itu menyebabkan nelayan melautnya tidak efektif.
“Sebelum ada aturan baru tetang lobster, penghasilan kami mencapai Rp 500 ribu perhari. Namun sekarang hal itu tinggalah kenangan. Bahkan untuk ikan layur pun saat ini susah didapat karena belum musim,” jelasnya.
Ia berharap kondisi kembali normal dan cuaca bersahabat, sehingga ia dan teman-teman nelayan lainya bisa lagi melaut. Selama tidak melaut, aktivitas nelayan beralih menjadi buruh bangunan dan buruh tani. [bbn/nod/psk]
Berita Premium
Reporter: -
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Senin, 30 Maret 2026
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Kamis, 26 Maret 2026
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang
Kamis, 12 Februari 2026
Tradisi Imlek Unik di Singaraja, Patung Dewa Disucikan Tirta Tiga Pura
Rabu, 11 Februari 2026