Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Guru Besar dan Mahasiswa Unud Uji Paslon Mantra-Kerta

Jumat, 23 Maret 2018, 09:05 WITA Follow
Beritabali.com

beritabalicom/ist

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, DENPASAR.

Beritabali.com, Denpasar. Pasangan cagub nomor urut dua, Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra-Ketut Sudikerta (Mantra-Kerta) “diuji” oleh para guru besar dan mahasiswa saat mengikuti Uji Publik Pilgub Bali 2018 bertema Berebut Tahta Pulau Dewata yang dilaksanakan oleh BEM FH Unud. Dalam acara tersebut paslon Mantra-Kerta diuji oleh dua panelis yang merupakan guru besar FH Unud yakni Prof. Dr. Made Subawa, Prof.Wayan P.Windia, dan Prof. Dr. Yohannes Usfunan, di Aula Fakultas Hukum Universitas Udayana, Denpasar, Kamis (22/3/2018).
 
Cagub Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra menegaskan pihaknya menyambut baik adanya uji publik tersebut. Menurutnya, hal ini mencerminkan idealisme kaum muda yang menurutnya masih murni.
 
"Mahasiswa itu masih idealisme ya, melihat dengan jiwa. Negara ini dibuat oleh mahasiswa dan kaum muda," katanya di sela-sela uji publik tersebut.
 
Sementara menjawab pertanyaan dari salah satu panelis terkait dengan solusi kemacetan di Bali, khususnya Bali Selatan, Rai Mantra mengaku bahwa pihaknya akan mencari pemecahan dengan melakukan kajian yang komprehensif terkait hal tersebut.
 
"Itu harus dijadikan pemecahan apa nanti jam, tempat, itu perlu kajian komprehensif yang memadai tentang permasalah dan kebutuhan tentang problem-problem itu sendiri," paparnya.
 
Bahkan ia mengaku akan melibatkan para akademisi yang ada di berbagai universitas di Bali untuk bersama-sama mencari jawaban terkait hal tersebut.
 
"Regulasi dan secara fisik memang harus dilaksanakan. Tetapi harus ada studi kasus ya, ini teman-teman universitas harus kita libatkan untuk itu," paparnya. 
 
Ketua BEM FH Unud, I Putu Chandra Riantama mengatakan bahwa acara ini dilakukan murni inisiatif dari para mahasiswa FH Unud sebagai ajang pendidikan politik bagi kaum muda khususnya para pemilih pemula. 
 
"Kami mengadakan kegiatan ini murni inisiatif kami dan dari dukungan keluarga besar civitas akademika fakultas hukum. Ini sebagai ajang pendidikan politik bukan  ajang mencari panggung politik semata," katanya dalam sambutannya
 
Terkait hanya hadirnya paslon Mantra-Kerta pada uji publik Kamis (22/3/2018), Chandra Riantama mengatakan bahwa pihaknya sengaja membuat uji publik ini mengundang satu-per satu calon. Hal ini dikarenakan agar pemaparan uji publik ini lebih menukik kepada audiens. Pasangan calon Wayan Koster-Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Koster-Ace) diundang hadir untuk uji publik pada Jumat (23/3/2018).
 
"Pertanyaan audiens lebih menukik, lebih fokus ya," katanya usai acara.
 
"Untuk Paslon satu besok kami adakan. Dengan panelis yang sama," paparnya.[bbn/rls/psk]
Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: -



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami