Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 20 Juni 2026
Meru Pura Puseh Kintamani Terbakar, Diduga Akibat Kembang Api
BERITABALI.COM, BANGLI.
Sebuah palinggih Meru Tumpang Tiga di Pura Puseh Desa Adat Kintamani, Banjar Jayamaruti, Desa/Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, dilaporkan terbakar pada Jumat, 2 Januari 2026.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 08.30 WITA dan diduga dipicu oleh percikan api dari kembang api.
Baca juga:
Tiga Ruko di Kuta Ludes Terbakar
Informasi yang dihimpun, kejadian pertama kali diketahui oleh seorang warga setempat, I Wayan Adi Surakarma (41). Saat itu, sekitar pukul 07.30 WITA, saksi sedang memberi makan ayam peliharaannya di kandang yang berada di dekat area Pura Puseh Desa Adat Kintamani. Ia sempat mendengar suara ledakan yang diduga berasal dari kembang api, namun tidak menghiraukannya dan tetap melanjutkan aktivitas.
Sekitar satu jam kemudian, tepatnya pukul 08.30 WITA, saksi melihat asap mengepul dari bagian selatan atap palinggih Meru Tumpang Tiga yang berbahan ijuk. Menyadari adanya kebakaran, saksi segera meminta bantuan warga sekitar dan melaporkan kejadian tersebut ke Kantor Desa Kintamani.
Warga setempat bersama saksi berupaya melakukan pemadaman api menggunakan peralatan seadanya. Sementara itu, saksi lain, Wayan Andi Wijaya (51), segera menghubungi petugas pemadam kebakaran Kabupaten Bangli.
Mobil pemadam kebakaran tiba di lokasi pada pukul 09.41 WITA dan langsung melakukan pemadaman. Api berhasil dipadamkan sepenuhnya sekitar pukul 10.23 WITA. Dalam peristiwa ini tidak terdapat korban jiwa maupun korban luka.
Akibat kebakaran tersebut, Desa Adat Kintamani mengalami kerugian material yang diperkirakan mencapai Rp400 juta. Peristiwa ini kemudian dilaporkan ke Polsek Kintamani untuk penanganan lebih lanjut.
Kapolsek Kintamani, Kompol I Made Dwi Puja Rimbawa, membenarkan adanya kejadian kebakaran palinggih tersebut. Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, kebakaran diduga dipicu oleh percikan kembang api yang dinyalakan warga.
"Dugaan disebabkan adanya kelalian warga masyarakat yang menyalakan kembang api. Karenanya akan ditindak lanjuti oleh unit Reskrim Polsek Kintamani," jelasnya.
Terkait identitas pelaku atau oknum warga yang diduga lalai menyalakan kembang api, pihak kepolisian masih melakukan pendalaman.
"Masih dalam penyelidikan. Bagaimana hasilnya dan perkembangannya menyusul," pungkasnya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/bgl
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun