Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 1 Mei 2026
10 Terduga Pelaku Pengeroyokan Remaja di Mengwi Ditangkap
BERITABALI.COM, BADUNG.
Polisi mengamankan kelompok orang yang diduga terlibat dalam pengeroyokan terhadap remaja berinisial IGSP (16) di Jalan Raya Denpasar–Gilimanuk, tepatnya di sekitar Rumah Sakit Daerah (RSD) Mangusada, Kelurahan Kapal, Kecamatan Mengwi, Badung. Saat ini, aparat kepolisian masih mendalami motif di balik aksi kekerasan tersebut.
"Ya, 10 terduga pelaku ini sudah diamankan Sabtu malam. Saat ini masih dilakukan pendalaman penyelidikan," jelas PS Kasubsipenmas Sihumas Polres Badung, Aiptu Ni Nyoman Ayu Inastuti, Minggu (1/2/2026).
Ia menyampaikan, kondisi korban yang sebelumnya menjalani perawatan medis di rumah sakit kini dilaporkan telah membaik dan sudah diperbolehkan pulang ke rumah.
Polisi juga memastikan bahwa jumlah terduga pelaku yang berhasil diidentifikasi melalui rekaman kamera pengawas berbeda dengan keterangan awal korban.
"Korban sudah pulang dari rumah sakit sejak kemarin. Kalau dari rekaman CCTV, sementara terduga pelaku yang terkonfirmasi 10 orang," cetus Ayu Inastuti.
Hingga kini, identitas para terduga pelaku belum diungkap ke publik. Penyidik menegaskan bahwa antara korban dan para pelaku tidak saling mengenal. Meski demikian, polisi masih menelusuri kemungkinan adanya konflik lama atau motif lain yang melatarbelakangi pengeroyokan tersebut.
"Kami masih terus meminta keterangan dari korban, saksi-saksi, dan juga para terduga pelaku," cetusnya.
Sebelumnya, IGSP yang diketahui berasal dari wilayah Canggu, Kuta Utara, dilaporkan menjadi korban pengeroyokan oleh puluhan orang tak dikenal pada Sabtu (31/1/2026) dini hari. Akibat kejadian itu, korban mengalami luka robek di bagian belakang kepala hingga harus mendapat empat jahitan.
Selain luka di kepala, korban juga mengalami memar di bagian punggung akibat hantaman benda tumpul dan tendangan. Kapolsek Mengwi, Kompol Anak Agung Gede Rai Darmayasa, menjelaskan bahwa peristiwa pengeroyokan bermula saat korban bersama seorang temannya melihat keramaian di depan lampu merah Kelurahan Lukluk.
Saat itu, mereka disebut dipaksa untuk berputar balik ke arah barat atau menuju rumah sakit. Ketika korban menepi, puluhan orang mendatangi dan langsung melakukan penyerangan dengan menarik korban dari atas sepeda motor hingga terjatuh.
Dalam kejadian tersebut, korban tidak hanya dipukul dan ditendang, tetapi juga diduga diserang menggunakan benda tumpul oleh salah satu pelaku.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/aga
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang