Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 1 Mei 2026
12 Warga Sulahan Bangli Digigit Anjing Liar
BERITABALI.COM, BANGLI.
Sebanyak 12 orang warga Banjar/Desa Sulahan, Kecamatan Susut, Kabupaten Bangli, dilaporkan digigit anjing yang diduga liar pada Minggu (14/12). Seluruh korban telah mendapatkan penanganan medis berupa Vaksin Anti Rabies (VAR).
Satu orang korban mengalami luka cukup serius hingga harus menjalani perawatan di RSUD Bangli. Korban tersebut dilaporkan mengalami patah kaki akibat terjatuh saat berusaha menghindari gigitan anjing.
Baca juga:
Lima Anjing di Singapadu Tengah Dieliminasi
Kepala Dusun Sulahan, I Nengah Sueka Putra, membenarkan adanya peristiwa tersebut. Hingga Senin (15/12), data sementara mencatat terdapat 12 warga yang menjadi korban gigitan.
“Sementara jumlahnya yang kami data demikian (12 orang), kami masih lakukan pengecekan dan penelusuran lagi, apakah ada kemungkinan warga kami yang lain ada yang digigit juga namun takut atau malu melapor,” akunya.
Sebagian besar warga mengalami gigitan di bagian betis dan kaki. Luka yang dialami rata-rata berupa lecet dan bekas gigitan. Salah satu korban merupakan lansia berusia 80 tahun bernama I Dewa Ayu Made Ada yang mengalami luka paling parah.
“Saat mau digigit, dia sempat menghindar lalu terjatuh. Dan terbentur di beton,” kata Sueka Putra.
Korban lansia tersebut kini menjalani perawatan intensif di RSUD Bangli dan direncanakan menjalani operasi pada Selasa (16/12).
Dijelaskan pula bahwa anjing yang tidak diketahui pemiliknya itu pertama kali menggigit Samsuri, seorang pedagang sate ayam yang biasa berjualan di wilayah Sulahan. Setelah itu, anjing tersebut kabur dan kembali menggigit warga lainnya hingga total korban mencapai 12 orang.
Kepala Puskesmas II Susut, dr. Sujana, menyampaikan bahwa korban yang datang ke puskesmas mengalami luka ringan dan telah ditangani sesuai prosedur medis.
“Gigitan semua di areal kaki, tidak ada yang areal wajah,” ucapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Pangan (PKP) Bangli, I Wayan Sarma, menyatakan pihaknya telah melakukan penanganan terhadap anjing tersebut dengan melakukan eliminasi. Sampel otak anjing kemudian diambil untuk diperiksa di Laboratorium Balai Veteriner Denpasar.
“Apakah anjing itu postif rabies atau tidak, kami belum ketahui. Masih menunggu hasil lab di Denpasar. Nanti jika sudah ada, kami infokan kembali,” jelasnya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/bgl
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang