Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




TPPPG Sodok Panwasda Gianyar

Rabu, 28 November 2007, 17:15 WITA Follow
Beritabali.com

Beritabali.com

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, GIANYAR.

Tim Pemantau Pilkada Peduli Gianyar (TPPPG) menyodok komponen yang merupakan lembaga kontrol dalam Pilkada diantaranya Desk Pilkada, Panwasda, KPUD serta jajaran terkait lainnya.



Berdasarkan keterangan yang disampaikan oleh Koordinator Tim Pemantau Pilkada Kecamatan Gianyar, I Gusti Mandra ada beberapa ketimpangan-ketimpangan yang mestinya mendapatkan perhatian namun luput dari perhatian.

"Mereka semua telah sebelah mata melihat pelanggaran yang ada," katanya.

Terus pelanggaran apa yang dimaksud? Sambung pria asal Beng, Gianyar ini menjelaskan bahwa selama ini jajaran Pejabat Gianyar dibiarkan gentayangan jadi tim sukses salah satu kandidat. Bukan itu saja, mereka (para pejabat, red) juga sering melakukan pertemuan-pertemuan dengan warga tanpa jelas akan tugasnya, apakah sebagai aparat pemerintah atau tim sukses.



"Kalau selama ini mereka bertugas sebagai abdi pemerintah tak masalah, namun sebagai tim sukses, saya meragukan akan independensinya sebagai aparat pelayan masyarakat," ungkapnya.

Bukan itu saja, selaku aparat pemerintah di Desa juga kian berani menunjukkan diri mendukung salah satu calon, paling parah berani menyatakan keberatan di publik kepada salah satu calon. Semestinya, tak begitu kalau memang ada warga keberatan biar dia yang ngomong, bukan aparatnya.
"Hal ini membuat suasana tak nyaman, untuk itu pihak terkait harus menindaklanjuti," ucapnya.



Semestinya, sambung Mandra guna menghindari parahnya pelanggaran, serta memicu akan kecemburuan sosial, dirinya berharap besar Panwasda, Desk Pilkada dan bilamana perlu KPUD untuk mengikuti setiap sima krama kandidat, sehingga tak muncul pelanggaran-pelanggaran.
"Sampai saat mereka cuek-cuek saja, lembaga ini ada hanya sebagai pelengkap Pilkada saja, namun fungsinya tak jelas," kritiknya.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/ctg



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami