Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 29 Oktober 2026
Warga Tanya, Aparat Desa Tidak Tahu
BERITABALI.COM, TABANAN.
Pembanguan sebuah tower operator telpon seluler di wilayah Perean Tengah, Kecamatan Baturiti hingga kini masih menimbulkan tanda tanya. Bahkan aparat desa setempat sempat kebingungan ketika warganya menanyakan tower apa yang sedang dibangun tersebut.
Dipertanyakannya pembangunan tower di Perean Tengah, Baturiti itu terungkap dalam sosialisasi ranperda tower terpadu yang digelar pansus B, DPRD Tabanan, Rabu (3/12). Seperti yang diungkapkan oleh BPD Perean Tengah I Wayan Nadia.
Dikatakannya, sejauh ini tidak ada informasi yang diterimanya terkait pembangunan tower tersebut. "bahkan kami pun tidak dapat menjawab pertanyaan warga kami ketika mereka menanyakan tower apa yang dibangun itu,"jelasnya dihadapan hadirin.
Ia selaku pengurus desa selayaknya tahu terkait pembangunan tower tersebut, Namun hingga proyek itu selesai dibangun pun pihaknya belum mengetahui tower yang dibangun itu. Pihaknya pun berharap pihak terakit termasuk pihak operator menyampaikan informasi kepada desa setempat.Sekretaris Pansus B, IGd Suadnya Dharma menengarai ada pihak-pihak yang bermain terkait pembangunan tower tersebut."
semestinya kalau salah satu penyanding saja tidak setuju dengan pembangunan sebuah proyek atau apalah namanya, proyek itu tidak bisa dibangun," jelasnya. Ia pun menduga ada broker yang bermain disana. "kalau ranperda ini jadi disahkan menjadi perda permasalahan itu tidak akan terjadi lagi,"tegasnya.
Selain masalah tersebut, beberapa peserta yang mengadiri sosialisasi juga meminta pihak operator agar memperhatikan areal pembangunan tower. Misalnya jika pembangunan tower menggunakan areal pesawahan sudah sepatutnya digelar upacara-upakara menurut Hindu di Bali. "jadi upacara itu mutlak dilakukan karena kita hidup di Bali, lain halnya di daerah lain di luar Bali yang tidak memiliki upacara ritual seperti itu,"beber salah satu peserta dari salah satu pengurus adat di Tabanan.
Sementara itu dari salah satu operator seluler meminta kepada tim pansus dalam membuat perda tidak mengabaikan peraturan pemerintah yang sudah ada, begitu juga dengan peraturan daerah propinsi . Sehingga tidak terjadi tumpang tindih yang dapat menghambat investasi di bidang telekomunikasi. Atas masukan tersebut, pansus B sudah mengkaji dan mendalaminya.
"sudah jelas kita tidak akan beseberangan dengan peraturan pemerintah pusat, begitu juga dengan peraturan daerah yang dimiliki propinsi, "tegas Suadnya Dharma. Hasil dari sosialisasi dan menyerap aspirasi ini akan dibawa ke meja pansus untuk digodok kembali menjadi perda.
Reporter: bbn/dey
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5964 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4664 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2649 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2302 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2232 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan