Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 23 Oktober 2026
Membangkitkan Kembali Semangat Kebangkitan Nasional
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Sembilan puluh sembilan tahun yang lalu tepatnya pada tanggal 20 Mnei 1908, sekelompok kaum muda yang cerdas dan peduli terhadap nasib bangsa mendirikan organisasi Boedi Oetomo.
Perkumpulan yang dimotori oleh Dr. Soetomo, Dr. Wahidin Soedirohoesodo, Dr. Gunawan dan Soewandi Soerjoningratini, kelak menjadi inpirasi bangkitnya kesadaran tentang pentingnya persatuan dan kesatuan bangsa untuk melawan penjajahan yang selama berabad-abad mencengkram tanah air Indonesia.
Demikian sambutan Menteri Komunikasi dan Informatika RI. Mohamad Nuh, pada peringatan Hari Kebangkitan Nasional ke 99 yang pada tanggal 20 Mei 2007 mendatang.
Selanjutnya Menteri menyampaikan, tanggal 20 Mei kemudian ditetapkan dan diperingati sebagai hari Kebangkitan Nasional. Karena pada tanggal itulah terjadi titik balik perjuangan bangsa Indonesia dalam mencapai kemerdekaan, dari semula perlawanan lokal bersenjata menjadi perlawanan nasional-organisasional, seperti berdirinya Jong Ambon, Jong Java, Jong Celebes, Jong Sumatra dan Jong Minahasa, juga berdiri organisasi Serikat Islam, disusul Muhamadiyah, Nahdiatul Ulama dan Partai Nasional Indonesia.
Perjuangan melalui organisasi kebangsaan merupakan cara baru untuk melawan penjajah, sebelumnya perjuangan bersenjata yang dilakukan secara sporadis di berbagai wilayah tanah air belum mampu mengusir penjajah dari bumi Indonesia. Fenomena munculnya nasionalisme tersebut terjadi karena didorong oleh faktor sejarah, yang secara idiologis merupakan kristalisasi kesadaran kebangsaan dan bernegara.
Perjuangan yang panjang akhirnya mencapai puncaknya pada proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia 17 Agustus 1945. itulah titik kulminasi dari perjuangan bangsa untuk membentuk negara yang merdeka.
Lebih jauh disampaikan, membangun Indonesia ke depan harus mengutamakan pola piki, pola sikap dan pola tindak yang berdasarkan pada semangat dan jiwa kebangsaan. Semangat jiwa kebangsaan adalah antitesis dari cara berpikir, bersikap dan berprilaku individu atau perorangan, kedaerahan, kepartaian, golongan, aliran dan antitesis dari cara berpikir, bersikap dan berprilaku kolonial.
Karena itu dalam memaknai kebangkitan nasional dan mewujudkan Indonesia ke depan yang lebih adil, damai dan sejahtera, pola pikir, sikap dan prilaku sekterian harus dibuang jauh-jauh dan diganti dengan pola pikir dan sikap dan prilaku yang mengutamakan kepentingan bangsa secara keseluruhan.
Jika semangat kebangkitan nasional landasan yang sangat kuat untuk menyelesaikan berbagaipermasalahan mendasar yang sedang dihadapi bangsa saat ini. Jika dulu kita memiliki musuh bersama bernama penjajah, maka kini kita memiliki musuh bersama bernama kemiskinan, pengangguran, hutang, korupsi, lemahnya penegakan hukujm, lemahnya perekonomian dan rentanya keadaan politik dan keamanan.
"Dulu dengan kekuatan yang kita miliki, kita dapat mengusir penjajah dari tanah air. Sekarang keyakinan itu harus kita bangkitkan kembali bahwsa dengan sumber daya yang tersedia dan upaya yang nyata, serius, sunggu-sungguh dan konsisten, melalui kerja keras, kita mampu melawan dan menyelesaikan persolan yang membelit bangsa kita ini."
Baca juga:
Wagub Bali Ajak Masyarakat Maknai Momentum Kebangkitan Nasional untuk Menangkan Persaingan Global
"Semangat dan jiwa kebangsaan yang ditanamkan melalui kebangkitan nasional harus dijadikan momentum untuk melakukan penataan-penataan di berbagai bidang, seraya terus meningkatkan komitmen dari seluruh bangsa dan rakyat Indonesia untuk mewujudkan Indonesia yang damai, adil dan sejahtera."
"Hanya dengan cara itulah, Negara Kesatuan Republik Indonesia dapat berkembang lebih maju, kuat dan bermartabat," Demikian pidato Menteri Kominfo RI.
Reporter: bbn/ctg
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 4699 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4553 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2420 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2160 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2148 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan