Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID: —


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem

Kamis, 8 Oktober 2026, 23:39 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali/ist/Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem.

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, KARANGASEM.

Sebuah cakep lontar asal Lombok hingga kini masih menyimpan misteri. Naskah kuno tersebut menjadi koleksi Museum Pustaka Lontar Desa Adat Dukuh Penaban, Kecamatan Karangasem, tetapi isi maupun makna tulisan di dalamnya belum berhasil diungkap.

Lontar tersebut sebelumnya berada di tangan seorang tamu asal Belgia yang memperoleh naskah itu dari Lombok. Sebelum meninggalkan Bali dan kembali ke negaranya, tamu tersebut memilih menghibahkan lontar kepada Museum Pustaka Lontar Dukuh Penaban.

Sejak diterima museum, naskah tersebut justru menimbulkan tanda tanya. Sejumlah pihak telah mencoba membaca dan mengidentifikasi tulisan di dalamnya. Namun, hingga kini belum ada yang berhasil memastikan isi naskah tersebut.

Pengelola Museum Pustaka Lontar, I Nengah Suarya, mengatakan karakter tulisan dalam lontar tersebut cukup rumit. Kondisi fisik naskah juga menjadi salah satu kendala dalam proses pembacaan.

“Isi naskah masih menjadi misteri karena sulit dibaca. Sejumlah pihak sempat mencoba membaca naskah tersebut, namun menghadapi kendala karena karakter tulisannya dan kondisi lontar yang cukup rumit. Makanya untuk sementara kita namai lontar misterius,” kata Jro Nengah Suarya, Kamis (8/10/2026).

Pihak museum tidak ingin mengambil risiko dengan memaksakan pembacaan terhadap naskah. Upaya penyelamatan justru diawali dengan konservasi untuk memastikan kondisi lontar tetap terjaga.

Setelah konservasi, museum berencana melibatkan tim digitalisasi dan Klinik Lontar untuk membantu mengungkap tulisan yang hingga kini belum terpecahkan tersebut.

Penelusuran asal-usul lontar juga telah dilakukan dengan menghubungi sejumlah kenalan di Lombok. Namun, upaya tersebut belum membuahkan jawaban mengenai siapa penulis, kapan dibuat, maupun apa sebenarnya isi naskah tersebut.

“Sampai sekarang belum tahu isi lontar,” tegasnya.

Keberadaan lontar misterius tersebut menambah panjang daftar naskah kuno yang masih membutuhkan penelitian di Museum Pustaka Lontar Dukuh Penaban.

Dari koleksi yang ada, sebanyak 343 cakep lontar telah berhasil diidentifikasi, sedangkan 78 naskah lainnya masih belum teridentifikasi dan membutuhkan penelusuran lebih lanjut.

Sebagian besar lontar yang telah teridentifikasi memuat berbagai pengetahuan tradisional, mulai dari usada, sastra, kepemangkuan, babad, hingga berbagai pengetahuan lainnya.

“Dari 343 cakep lontar yang ada di museum kebanyakan tentang usada, sastra, kepemangkuan, babad dan lainnya,” tambahnya.

Upaya pelestarian tidak hanya dilakukan dengan menyimpan naskah secara fisik. Museum terus melakukan pencatatan, perawatan, serta pengembangan katalog koleksi.

Namun, digitalisasi seluruh koleksi belum dapat dilakukan secara cepat. Keterbatasan sumber daya manusia yang memiliki kemampuan khusus dalam membaca, mengidentifikasi, merawat, dan mengolah naskah lontar menjadi salah satu kendala.

Museum Pustaka Lontar Dukuh Penaban juga memiliki sekitar 4.000 koleksi salinan naskah dari Leiden. Sebagian di antaranya bahkan telah dialihaksarakan menggunakan huruf latin.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Editor: Redaksi

Reporter: bbn/krs



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami