Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID: —


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975

Sabtu, 26 September 2026, 11:38 WITA Follow
Beritabali.com

bbn/net/Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975.

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, DENPASAR.

Wafatnya seniman sekaligus politisi Guruh Soekarnoputra pada Sabtu (26/9/2026) meninggalkan jejak panjang dalam perjalanan seni dan budaya Indonesia. 

Salah satu karya yang kembali menarik perhatian adalah “Chopin Larung”, lagu yang merekam kegelisahan terhadap perubahan Bali akibat perkembangan pariwisata.

Bagi Bali, nama Guruh tidak hanya dikenal melalui kiprahnya sebagai seniman. Kedekatannya dengan kebudayaan Bali juga terekam dalam sejumlah karya musik, salah satunya “Chopin Larung” yang menjadi bagian dari proyek Guruh Gipsy. Karya tersebut memadukan unsur musik tradisional Bali dengan musik Barat. 

Kajian berjudul “Memaknai Chopin Larung” yang ditulis Ni Wayan Ardini, Ketut Sumerjana, dan I Komang Darmayuda dari Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar mencatat lagu tersebut sebagai karya Guruh yang menggambarkan fenomena pariwisata Bali melalui kawasan Kuta dan pariwisata pantai.

Dalam kajian tersebut, “Chopin Larung” dibaca bukan sekadar sebagai komposisi musikal, tetapi juga sebagai karya yang membawa pesan mengenai perubahan sosial dan budaya Bali.

Lagu dengan lirik berbahasa Bali halus itu menggambarkan suasana duka sekaligus kritik terhadap masuknya pengaruh Barat dalam perkembangan pariwisata Bali. Peneliti ISI Denpasar mengaitkannya dengan persoalan sakralitas budaya lokal yang berhadapan dengan perkembangan kawasan wisata.

Musiknya sendiri mempertemukan warna gamelan Bali dengan komposisi musik Barat. Penggunaan bagian dari “Fantasia Impromptu” karya Frederic Chopin menjelang akhir komposisi menjadi salah satu unsur yang memperkuat karakter musikal lagu tersebut.

Menariknya, kajian akademik yang diterbitkan dalam Prosiding Bali Dwipantara Waskita pada 2023 menyebut pesan dalam “Chopin Larung” memiliki relevansi dengan fenomena overtourism yang kemudian berkembang di Bali.

"Sebagai “lagu nasionalis”, “Chopin Larung” mengkritik besarnya karakter Barat westernisasi dalam pariwisata Bali, dalam hal ini Kuta yang bermodal pariwisata pantai, yang meminggirkan sakralitas budaya lokal. Dihubungkan dengan situasi masa kini, si komposer bahkan mampu meramal bakal terjadinya fenomena overtourism," tulis dalam kajian tersebut.

Kajian tersebut juga menjelaskan bagaimana sosok Chopin ditempatkan dalam gambaran perjalanan laut dan Bali. Pada bagian akhir komposisi, kematian Chopin digambarkan melalui prosesi larung ke laut di wilayah selatan Bali.

"Tidak mengherankan, dalam komposisi ini, ketika mati, Chopin pun dibayangkan dilarung di selatan, tepatnya di laut," tulis mereka dalam abstraksi.

“Chopin Larung” sendiri tercatat sebagai salah satu karya dalam album Guruh Gipsy. Sumber katalog musik mencantumkan lagu tersebut sebagai bagian dari album Guruh Gipsy, bersama sejumlah komposisi lain seperti “Barong Gundah”, “Janger 1897 Saka”, “Geger Gelgel”, “Smaradhana”, dan “Sekar Ginotan”.


Berikut lirik lagu Chopin Larung ciptaan Guruh Soekarnoputra


Yen Chopin padem ring Bali
Kerarung saking Daksina
Titiang mengenang Bali
Sunantara wong ngrusak-asik negara

Sang jukung kelapu-lapu
Santukan Baruna kroda
Nanging Chopin nenten ngugu
Kadang ipun ngrusak seni-budaya

Risedeg sang jukung kampih
Ring Legian - Kayuaya
Te-lonte ring sisin pasih
Anak lacur melalung ngadolin ganja

Chopin ten uning ring Bali
Wong putih mondok ring Kuta
Asing lenga lali ring Widi
Tan urungan jagi manemu sengkala

Gending Chopin maring ati
Nabuhang wirama duka
Duh nyama braya ring Bali
Dong sampunang banget nunaning prayatna

(sumber: Genius.com)

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Editor: Redaksi

Reporter: bbn/tim



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami