Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 25 Oktober 2026
Lukisan Kopi Rudy Sri Handoko
Denpasar
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Dalam berkarya, seorang seniman lukis pada umumnya menggunakan bahan cat minyak, cat air, ataupun tinta. Namun di Denpasar Bali, seorang seniman lukis mengganti semua bahan tersebut dengan cat atau pewarna dari bubuk kopi. Bagaimana hasil lukisan dari kopi ini?
Di rumah sekaligus bengkel kerjanya di daerah Padangsambian Denpasar, Rudy Sri Handoko mengerjakan lukisannya yang dibuat dari bahan bubuk kopi yang sudah dicampur akrilik.
Melukis dengan kopi menurut Rudy mempunyai tingkat kesulitan dan kerumitan tersendiri dibanding melukis dengan cat minyak atau bahan cat lainnya.
“Untuk mendapatkan gradasi warna berbeda sesuai yang diharapkan, saya harus menggunakan beberapa jenis bubuk kopi berbeda. Cairan kopi juga harus dipoleskan ke atas kanvas hingga berulang kali,†kata Rudy Sri Handoko.
Seni lukis dengan kopi atau Coffee Art ini mulai ditekuni Rudy sejak tahun 2004 silam, atas saran temannya yang seorang pemilik kedai kopi. Saran ini kemudian diikuti dan ditekuni hingga kini, mengingat melukis dengan kopi di atas kanvas masih terbilang langka di dunia.
Hingga kini Rudy yang belajar lukis secara otodidak sejak kecil ini, sudah menghasilkan puluhan karya lukis kopi beraliran ekspresif naturalis yang sebagian besar bertema kritik sosial. Meski tidak begitu suka minum kopi, Rudy menyatakan akan terus menekuni seni lukis kopi ini. (ags)
Reporter: bbn/ctg
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5707 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4587 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2542 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2193 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2183 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan