Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 25 Oktober 2026
Dana Pengamanan KTT Untuk Polri Diduga Ditilep
Denpasar
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Isu dugaan penilepan dana pengamanan KTT UNFCCC, ditandai merebaknya selebaran bertuliskan yang menuding pejabat Polda Bali ‘menyunat’ dana pengamanan. Entah siapa yang menyebarkannya. Belum diketahui apakah oknum anggota Polri ataukah ada yang sengaja memprovokasi. Yang jelas, informasi menyebutkan selebaran itu dilempar ke depan halaman Direktur Intelkam Polda Bali Kombes Pol Drs. Ahmad Hidayat di Jalan WR Supratman persis depan mapolda Bali. Alhasil selebaran itu cepat-cepat diamankan dan tentunya membuat kaget petinggi Polda Bali.
Justru, rumornya, Sabtu (15/12) kemarin, mereka dikumpulkan Wakapolda Bali Brigjend Pol. Andi Chaerudin di ruang rupatama Polda Bali. Wakapolda memberikan penjelasan bahwa dana pengamanan jumlahnya sedikit dan sudah dialihkan ke satuan Brimob, Sabhara dan Lantas Polda Bali.
Informasi menyebutkan, dari 234 anggota yang dilibatkan di tim unit SO (security pengamanan melekat) dan LO (bagian penerjemah), seharusnya mereka menerima dana Rp 32 juta dari total 21 hari kerja selama pengamanan berlangsung. Pada kenyataanya, mereka hanya mendapatkan Rp 3,360 juta. Padahal gaji mereka dibayar langsung oleh UN dengan bayaran Dollar Amerika.
Rincian perharinya, Rp 950 ribu untuk penginapan, Rp 500 ribu transport, uang saku Rp 10 ribu, uang makan Rp 20 ribu.
Seorang sumber enggan namanya diekpos menjelaskan, dia hanya mendapatkan Rp 1 juta, itu pun untuk pembuatan baju safari. Selebihnya dia hanya mendapatkan Rp 3,360 juta. Disebutkannya, saat tanda-tangan pembayaran ada dua kuitansi yang beredar. Satu kuitansi Rp 3,360 juta dan satu lagi kuitansi Rp 30 juta. Namun kuitansi Rp 30 juta tidak diperlihatkan.
Sumber mengaku melihat jelas kuitansi yang Rp 30 juta.
Informasi terakhir, selain tim unit SO dan LO, ribuan anggota yang dilibatkan disatuan lain juga menerima pembayaran yang sama. Seharusnya mereka menerima Rp 30 Dollar Amerika, namun ternyata hanya Rp 30 ribu perhari.
Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol AS Reniban Smik yang dimintai komentarnya menyangkut hal ini mengaku belum mengetahui beredarnya selebaran tersebut. Katanya, dia tidak mengetahui persis bagaimana bentuk selebaran dan apa isi yang tertulis.
“Saya belum mendapatkan selebaran, bagaimana bentuknya dan isinya seperti apa. Dan siapa yang menyebarkan, masih di cek informasi itu,â€jelasnya. Perwira melati tiga ini menerangkan, tidak ada unsur penggelapan dalam hal itu. “Tidak ada unsur penggelapan dan ini bukan sebuah kasus,†bebernya.
Dikatakan Kombes Reniban, apakah itu surat resmi atau surat kaleng masih belum diketahui. Dia menghimbau kepada anggota Polri yang dilibatkan dalam pengamanan KTT, selayaknya jika merasa dirugikan segera melaporkan ke Propam atau ke Irwasda Polda Bali. (Che)
Reporter: bbn/ctg
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5760 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4592 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2551 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2197 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2185 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan