Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 16 Agustus 2026
Warga Tolak Rencana Pembangunan Tanggul
Denpasar
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Jebolnya tanggul Tukad Mati di Jalan Pura Demak, Denpasar, Senin (14/1) lalu, tak ayal mengakibatkan wilayah ini dilanda banjir hingga 1 meter. Kini, Pemkot Denpasar berencana membangun kembali tanggul Tukad Mati dan merencanakan pembebasan lahan warga untuk membangun tanggul yang permanen. Warga pun menolak keras.
Tanggul permanen tukad mati, rencananya akan dibangun pada lahan sepanjang 700 meter, dengan biaya Rp. 3,1 Milyar. Saat ini, Pemkot Denpasar tengah bekerjasama dengan Dinas Pekerjaan Umum Propinsi Bali, tengah mengupayakan pembebasan lahan warga, sepanjang satu hingga dua meter.
Baca juga:
Gunung Api Sakurajima di Jepang Erupsi
Salah seorang warga setempat, Wayan Mawa mengaku keberatan dengan adanya pembangunan tanggul ini. Pasalnya, tanah yang dimilikinya adalah tanah warisan.Sementara itu, Kabag Humas Pemkot Denpasar, Erwin Suryadarma, ketika dikonfirmasi, membenarkan pihaknya saat ini, tengah mengupayakan pembebasan lahan warga, dengan berkoordinasi bersama pihak terkait
Lebih lanjut Erwin mengatakan, pembangunan tanggul ini diperkirakan dimulai pada bulan Februari mendatang. Saat ini, karung-karung pasir masih terlihat di sekitar tukad mati, sebagai tanggul sementara. (psk)
Reporter: bbn/ctg
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4553 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2359 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 2014 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1619 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1064 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun