Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 25 Oktober 2026
Satu Guru, Tiga Mata Pelajaran
Pemuteran
BERITABALI.COM, BULELENG.
Langkanya tenaga guru Sekolah Dasar (SD) di Kabupaten Buleleng berdampak kurang efektifnya proses belajar mengajar siswa. Dari pantauan Beritabali.com, masih terlihat di sejumlah Sekolah Dasar, satu guru merangkap tiga mata pelajaran sekaligus.
“Seperti disini, kita mempunyai lima orang guru dan ditambah tiga orang guru pengabdian. Selayaknya, satu sekolah dasar minimal memiliki sembilan guru, sehingga kita masih kekurangan guru,“ ungkap Kepala SD Negeri 3 Pemuteran, Ida Bagus Putu Swambem, Sabtu (19/1) di Pemuteran.
Upaya menambah tenaga pengajar di SD 3 Pemuteran tersebut telah terus diupayakan ke Dinas Pendidikan Kabupaten Buleleng, namun kenyataannya hingga saat ini tenaga pendidik tidak bisa terpenuhi.“Sudah kita ajukan permohonan untuk menambah guru, namun belum ada jawaban dari dinas,“ papar Swambem.
“Kurangnya guru pengajar untuk sementara kita antisipasi dengan tiga tenaga guru pengabdian. Dan terpaksa satu guru harus menjalankan tugasnya secara rangkap, sampai ada yang menangani tiga tugas sekaligus,“ papar Swambem.
Sementara, dari data di Pemkab Buleleng menyebutkan, setiap tahunnya dalam perekrutan CPNS tenaga guru selalu menjadi prioritas, namun kenyataannya sejumlah sekolah, utamanya di daerah terpencil masih nampak kekurangan tenaga pengajar. (sas)
Reporter: bbn/ctg
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5754 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4590 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2550 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2196 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2185 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan