Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 27 September 2026
Sony Keraf : PDIP Sejak Awal Tolak Kenaikan BBM
BERITABALI.COM, TABANAN.
PDIP sebagai partai oposisi sejak awal menegaskan menolak kenaikan BBM, karena hal itu mampu membuat masyarakat semakin menderita. Hal itu ditegaskan oleh Sony Keraf salah satu pengurus DPP PDIP, Rabu (7/5) disela-sela kunjungan Megawati ke Puri Kediri. Dikatakannya, kebijakan yang diambil oleh Pemerintah terlalu memberatkan rakyat yang sudah semakin berat menanggung beban hidup.
"Semestinya pemerintah tidak menaikkan harga BBM karena masih ada alternatif lain menghidarkan diri dari kebijakan tersebut," tegas Sony. Dikatakannya alternatif lain yang dimakud adalah pemerintah bisa menempuh lifting minyak dan melakukan ”cost recovery”. "Jika dua alternatif ini ditempuh kenaikan BBM bisa dihindari," jelasnya. Memang diakui jika BBM tidak dinaikkan, akan berpengaruh bagi APBN, dan sudah semestinya pemerintah melalukan terobosan agar kebijakannya tidak memberatkan masyarakat.
Dikatakannya, Kenaikan BBM sebesar 30 persen oleh pemerintah SBY ternyata tidak dibarengi dengan solusi terhadap dampak dari kenaikan yang akan ditanggung oleh rakyat. "Kenaikan ini akan memicu kenaikan ongkos angkutan, kenaikan harga bahan pokok, yang tentunya rakyat jadi sasaran," tegas Sony. Dicontohkannya, apabila distribusi barang ke suatu daerah ke daerah lainnya tentu akan menemui permasalahan seperti jalan rusak. "Semestinya ditempuh tujuh jam sampai ke tujuan, karena jalan rusak distribusi baru sampai sepuluh jam, ini kan menambah penggunaan BBM, sudah pasti harga barang yang sampai ke masyarakat jatuhnya lebih mahal, ini yang tidak diantisipasi oleh pemerintah," beber Sony.
Semestinya pemerintah mengkaji kalau kenaikan BBM akan berimplikasi pada semua aspek kehidupan masyarakat seperti yang terjadi pada tahun 2005 lalu. Upaya yang ditempuh pemerintah selama ini untuk menekan kenaikan BBM juga dinilainya telah gagal. Dicontohkannya, upaya penghematan yang dilakukan masih dalam tahap uji coba, hasilnya pun tidak efisien, sedangkan kompensasi BBM melalui program BLT (bantuan langsung tunai) kepada masyarakat juga menimbulkan masalah hampir di semua daerah di tanah air.
Reporter: bbn/sin
Berita Terpopuler
Sopir Truk di Muncan Karangasem Dibakar Hidup-hidup, Diduga Soal Setoran
Dibaca: 8473 Kali
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5823 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3649 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2478 Kali
ABOUT BALI
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar