Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 1 Juli 2026
Diduga Terbawa Arus, Pria Asal NTB Hilang Saat Menyelam di Kutampi Nusa Penida
BERITABALI.COM, KLUNGKUNG.
Seorang pria dilaporkan hilang saat melakukan spearfishing di Perairan Kutampi, Nusa Penida, pada Senin (13/10) sore.
Korban diketahui bernama Rizki Ardiansyah, pria asal Labuan Kenangan, Kecamatan Tambora, Nusa Tenggara Barat yang bekerja sebagai mekanik di salah satu bar.
Informasi hilangnya korban baru diterima oleh Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Denpasar pada Selasa (14/10) pukul 10.30 WITA. Menindaklanjuti laporan tersebut, tim SAR gabungan langsung diterjunkan ke lokasi kejadian.
“Tim yang dikerahkan dari Unit Siaga SAR Nusa Penida menggunakan Rigid Inflatable Boat (RIB), dilengkapi peralatan selam,” jelas Kepala Kantor Basarnas Denpasar, I Nyoman Sidakarya, Selasa (14/10/2025).
Menurut keterangan saksi, Rizki turun menyelam sendirian sekitar pukul 17.00 WITA pada Senin sore, hanya menggunakan perlengkapan sederhana berupa tabung oksigen, tembak ikan, pemberat, dan celana—tanpa menggunakan pakaian atas.
Rekan korban mulai curiga setelah Rizki tidak muncul ke permukaan setelah lebih dari 15 menit menyelam.
Tim SAR memulai pencarian dari Dermaga Sampalan pada pukul 10.50 WITA. Pencarian pertama dilakukan pada pukul 11.30 WITA selama kurang lebih 30 menit dan dilanjutkan hingga pukul 12.30 WITA.
Penyelaman kedua dilakukan pada pukul 14.10 WITA, melibatkan empat penyelam gabungan dari Basarnas, TNI AL, dan SAG Nusa Penida. Tim menyisir area yang diduga menjadi titik awal korban menyelam, dengan mempertimbangkan arah arus dan kecepatan angin saat kejadian.
“Saat ini pencarian masih terus dilakukan. Kemungkinan korban terbawa arus bawah laut,” tambah Sidakarya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/klk
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun