Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 7 Oktober 2026
Pembuat Tahu Beralih Pakai Kayu Bakar
Penatih
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Berbagai cara dilakukan pengusaha kecil untuk dapat bertahan hidup di tengah naiknya harga BBM. Di Denpasar Bali, seorang pembuat tahu mengganti bahan bakar minyak tanah dengan kayu bakar sekam bekas kerajinan mebel. Cara ini ternyata dapat menghemat biaya produksi hingga 50 persen lebih.
Semenjak pemerintah menaikkan harga BBM, Muksin dan 6 karyawannya mulai menggunakan kayu bakar bekas limbah mebel sebagai bahan bakar untuk merebus kedelai, bahan membuat tahu.
Kayu bakar sekam ini dibeli dari beberapa tempat pembuatan mebel yang ada di Kota Denpasar. Kayu bakar ini dibeli seharga Rp 1000 untuk setiap karungnya.
“Setiap harinya pabrik tahu saya menghabiskan 20 karung kayu bakar sekam senilai 20 ribu rupiah. Jumlah ini jauh lebih irit dibanding saat menggunakan minyak tanah, yakni mencapai Rp 70 ribu rupiah per harinya,” jelas Muksin.
Dengan menggunakan 20 karung kayu bakar sekam, setiap harinya pabrik tahu Muksin yang terletak di Penatih Denpasar ini mampu memproduksi 1,5 kuintal tahu dengan penghasilan kotor Rp 2,5 juta rupiah.
Meski sudah melakukan penghematan dengan menggunakan kayu bakar sekam dan tidak menaikkan harga tahu, muksin mengaku omzetnya kini turun 20 persen.
“Sekarang semua serba mahal ya mas, tidak hanya BBM saja yang mahal. Orang-orang jadi pada malas belanja. Penghasilan saya jauh berkurang dibanding sebelum kenaikan BBM,” jelas pria asal Lombok ini. (dev)
Reporter: -
Berita Terpopuler
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 1446 Kali
Rem Blong, Truk Bermuatan Batu Terjun ke Jurang di Sidemen
Dibaca: 1223 Kali
Konsensus Politik Tanpa Musuh Era Prabowo Subianto
Dibaca: 670 Kali
Dermaga MB 2 Diperbaiki, Antrean Gilimanuk Mengular 400 Meter
Dibaca: 561 Kali
Giliran Anggota Satresnarkoba Polresta Denpasar Terseret Kasus Senpi
Dibaca: 535 Kali
ABOUT BALI
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung