Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 25 Oktober 2026
Disiksa, Dibilang Cewek Murahan, Ariati Kabur
Semarapura
BERITABALI.COM, KLUNGKUNG.
Berkeinginan bekerja sebagai penjaga toko di Mamuju, Sulawesi Barat, Ni Wayan Sulasi Ariati (20), malah mendapat pekerjaan sebagai seorang pembantu rumah tangga (PRT). Pekerjaan itu dijalani kurang dari 2 bulan. Ariati kemudian melarikan diri dari rumah majikannya karena setiap hari menerima siksaan fisik.
Di Mamuju, Ariati bekerja di rumah Mama Ina dan suaminya Leo. Ia memilih untuk kabur dengan alasan setiap hari menerima siksaan fisik dari majikan dan anak-anaknya.
“Selain disikasa, saya juga dibilang cewek murahan,” keluhnya, di rumahnya, Rabu (11/6).
Pada saat pelarian, Ariati ditolong oleh orang Bugis yang bernama Ayadin Beta. Selama sepuluh hari ia menumpang di rumah itu dan dijanjikan pekerjaan.
Tapi selama 10 hari menumpang di sana pekerjaan yang dijanjikan tidak kunjung datang. Ariati malah ditawari menikah dengan seorang duda, keluarga dari Ayadin Beta.
Ariati kemudian kabur lagi dari rumah Ayadin Beta. Setelah terlunta-lunta semalaman, Ariati akhirnya ditolong Kepala Dusun. Oleh Kepala Dusun, ia dikenalkan kepada Made Bagus Arsana, orang Bali yang bekerja di sana. Berkat pertolongan Made Bagus Arsana, Ariati akhirnya tiba di Bali dengan selamat.
Kepada Beritabali Rabu (11/6), Ariati mengaku kabur karena tiap hari mengalami siksaan fisik dan hinaan.
“Di Bali, sewaktu mengajak saya ke Mamuju dulu, saya dijanjikan akan dijadikan anaknya sendiri. Tetapi kenyataannya saya mengalami siksaan dan hinaan,” ujarnya.
Ariati tak berniat membawa masalah ini ke pihak kepolisian, asalkan keluarga mantan majikannya di Mamuju mau mengembalikan pakaian yang masih tertinggal di sana dan membayar seluruh gaji selama dirinya bekerja di sana.
Pihak keluarga Mama Ina di Bali justru menuduh Ariati mencuri uang dan HP majikannya sehingga diusir. Akan tetapi tuduhan ini dibantah Ariati.
“Mana buktinya, kalau saya mencuri tidak mungkin saya sampai terlantar 20 hari di Makasar,” ucapnya.
Pihak keluarga Ariati sendiri menyayangkan sikap dari keluarga Mama Ina yang tidak segera memberi tahu keluarga Ariati di Bali setelah terlantar hampir 30 hari di Makasar. (igs)
Reporter: -
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5780 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4596 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2555 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2202 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2190 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan