Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Jumat, 25 September 2026
Polisi Intensifkan Pengawasan di Pegametan
Singaraja
Rabu, 22 Juli 2009,
13:20 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, BULELENG.
Penyelundupan puluhan ekor penyu dari Pelabuhan Rakyat Pegametan Desa Sumberkima Kecamatan Gerokgak mengungkap kurangnya pengawasan di Pelabuhan rakyat tersebut, walaupun pada akhirnya aksi penyelundupan penyu berhasil diungkap, namun demikian polisi akan mengintensifkan pengawasan di Pelabuhan Rakyat (Pelra) Pegametan.
Pengawasan dan pemantauan di Pelabuhan Rakyat Pegametan Desa Sumberkima Kecamatan Gerokgak nampaknya akan diintensifkan Jajaran Polres Buleleng menyusul Pelabuhan Rakyat yang terletak diujung barat Kabupaten Buleleng dimanfaatkan oknum tertentu meloloskan satwa langka seperti penyu.
“Sebetulnya kecolongan sih tidak, justru karena tidak kecolongan kita bisa melakukan penangkapan dalam operasi subuh, yang mestinya penyu itu berangkat ke denpasar sampai di seririt bisa kita tangkap dan diamankan,†ungkap Perwira Humas Polres Buleleng, Kompol I Made Sudirsa, Rabu (22/7) di Mapolres Buleleng.
Dalam melaksanakan pengawasan dan pemantauan di Pelabuhan Rakyat Pegametan, polisi hanya melakukan secara berkala sebab belum adanya pos khusus untuk kegiatan pengamanan secara tetap,†kita hanya melakukan patroli saja ke Pelabuhan Pegametan sebab disana belum memiliki Pos Pengamanan secara khusus,†ujar Sudirsa.
Sementara, terkait penanganan kasus penyelundupan 42 ekor penyu yang diduga didatangkan dari luar Pulau bali melalui pintu masuk Pelabuhan Pegametan Desa Sumberkima Gerokgak, polisi telah menetapkan Made Winata, sopir truck yang mengangkut puluhan satwa yang dilindungi itu sebagai tersangka, sementara adanya keterlibatan oknum TNI Angkatan Laut, polisi telah melimpahkan penangganan ke Polisi Militer Angkatan Laut di Pangkalan TNI AL Benoa. (sas)
Pengawasan dan pemantauan di Pelabuhan Rakyat Pegametan Desa Sumberkima Kecamatan Gerokgak nampaknya akan diintensifkan Jajaran Polres Buleleng menyusul Pelabuhan Rakyat yang terletak diujung barat Kabupaten Buleleng dimanfaatkan oknum tertentu meloloskan satwa langka seperti penyu.
“Sebetulnya kecolongan sih tidak, justru karena tidak kecolongan kita bisa melakukan penangkapan dalam operasi subuh, yang mestinya penyu itu berangkat ke denpasar sampai di seririt bisa kita tangkap dan diamankan,†ungkap Perwira Humas Polres Buleleng, Kompol I Made Sudirsa, Rabu (22/7) di Mapolres Buleleng.
Dalam melaksanakan pengawasan dan pemantauan di Pelabuhan Rakyat Pegametan, polisi hanya melakukan secara berkala sebab belum adanya pos khusus untuk kegiatan pengamanan secara tetap,†kita hanya melakukan patroli saja ke Pelabuhan Pegametan sebab disana belum memiliki Pos Pengamanan secara khusus,†ujar Sudirsa.
Sementara, terkait penanganan kasus penyelundupan 42 ekor penyu yang diduga didatangkan dari luar Pulau bali melalui pintu masuk Pelabuhan Pegametan Desa Sumberkima Gerokgak, polisi telah menetapkan Made Winata, sopir truck yang mengangkut puluhan satwa yang dilindungi itu sebagai tersangka, sementara adanya keterlibatan oknum TNI Angkatan Laut, polisi telah melimpahkan penangganan ke Polisi Militer Angkatan Laut di Pangkalan TNI AL Benoa. (sas)
Berita Buleleng Terbaru
Berita Premium
Reporter: -
Berita Terpopuler
01
Sopir Truk di Muncan Karangasem Dibakar Hidup-hidup, Diduga Soal Setoran
Dibaca: 8353 Kali
02
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5770 Kali
03
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3613 Kali
04
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2444 Kali
05
ABOUT BALI
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Jumat, 11 September 2026
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Selasa, 1 September 2026
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Sabtu, 18 Juli 2026