Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Jumat, 25 September 2026
Komunitas Reggae Kuta Berduka
Kuta
Rabu, 5 Agustus 2009,
11:54 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, BADUNG.
Penyanyi reggae Mbah Surip ternyata mempunyai tempat tersendiri di hati penggemarnya. Pasca kematiannya yang mendadak akibat serangan jantung, sejumlah penggemarnya yang tergabung dalam komunitas pecinta musik reggae atau rastafara Kuta mengaku kehilangan sosok sederhana ini.
Pasca kematian Mbah Surip, suasana sebuah club malam khusus reggae di jalan Legian Kuta Rabu (5/8) dinihari tadi tetap ramai pengunjung, khususnya pecinta musik reggae atau rastafara.
Diantara sekian banyak pengunjung club malam ini, tak sedikit yang merupakan penggemar berat Mbah Surip. Dengan caranya sendiri, mereka memberi penghormatan kepada almarhum Mbah Surip, yang meninggal dunia akibat serangan jantung.
Lagu-lagu reggae populer seperti Welcome To My Paradise, One Love, hingga Santeria, berkumandang di lantai dansa club malam. Lagu-lagu reggae ini seolah ikut mengantarkan kepergian Mbah Surip menghadap Sang Pencipta.
Meski tampak masih menikmati alunan musik reggae, para penggemar musik reggae ini mengaku kehilangan sosok Mbah Surip.
“Saya sangat sedih kehilangan sosok Mbah Surip, kebetulan saya pernah nyanyi sekali bareng dia di Surabaya. Dia merupakan sosok yang berjasa mempopulerkan musik reggae di Indonesia,†kata Nyoman, salah seorang pecinta reggae berambut gimbal.
“Mbah Surip merupakan sosok sederhana yang berani tampil apa adanya dan jujur. Dia juga sosok yang cinta damai, penampilannya sangat Indonesia. Oleh karena itu saya merasa cukup kehilangan sosok panutan,†kata Armi, pecinta reggae lainnya.
Almarhum Mbah Surip memang artis yang ngetop dadakan, lewat lagunya yang terkenal ‘Tak Gendong’. Namun kepribadian serta hasil karyanya telah menginspirasi dan menarik perhatian jutaan penduduk Indonesia, mulai anak-anak hingga orang dewasa. Selamat jalan Mbah, Welcome to (Your) Paradise... (dev)
Pasca kematian Mbah Surip, suasana sebuah club malam khusus reggae di jalan Legian Kuta Rabu (5/8) dinihari tadi tetap ramai pengunjung, khususnya pecinta musik reggae atau rastafara.
Diantara sekian banyak pengunjung club malam ini, tak sedikit yang merupakan penggemar berat Mbah Surip. Dengan caranya sendiri, mereka memberi penghormatan kepada almarhum Mbah Surip, yang meninggal dunia akibat serangan jantung.
Lagu-lagu reggae populer seperti Welcome To My Paradise, One Love, hingga Santeria, berkumandang di lantai dansa club malam. Lagu-lagu reggae ini seolah ikut mengantarkan kepergian Mbah Surip menghadap Sang Pencipta.
Meski tampak masih menikmati alunan musik reggae, para penggemar musik reggae ini mengaku kehilangan sosok Mbah Surip.
“Saya sangat sedih kehilangan sosok Mbah Surip, kebetulan saya pernah nyanyi sekali bareng dia di Surabaya. Dia merupakan sosok yang berjasa mempopulerkan musik reggae di Indonesia,†kata Nyoman, salah seorang pecinta reggae berambut gimbal.
“Mbah Surip merupakan sosok sederhana yang berani tampil apa adanya dan jujur. Dia juga sosok yang cinta damai, penampilannya sangat Indonesia. Oleh karena itu saya merasa cukup kehilangan sosok panutan,†kata Armi, pecinta reggae lainnya.
Almarhum Mbah Surip memang artis yang ngetop dadakan, lewat lagunya yang terkenal ‘Tak Gendong’. Namun kepribadian serta hasil karyanya telah menginspirasi dan menarik perhatian jutaan penduduk Indonesia, mulai anak-anak hingga orang dewasa. Selamat jalan Mbah, Welcome to (Your) Paradise... (dev)
Berita Badung Terbaru
Berita Premium
Reporter: -
Berita Terpopuler
01
Sopir Truk di Muncan Karangasem Dibakar Hidup-hidup, Diduga Soal Setoran
Dibaca: 8355 Kali
02
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5772 Kali
03
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3613 Kali
04
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2445 Kali
05
ABOUT BALI
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Jumat, 11 September 2026
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Selasa, 1 September 2026
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Sabtu, 18 Juli 2026