Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Sawah Longsor, Saluran Irigasi Mampet
Beritabali.com, Negara
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Setelah proyek senderan sisi sungai ambrol dihajar banjir bandang, guyuran hujan yang terjadi di Jembrana beberapa hari belakangan ini juga membuat sejumlah sawah di Subak Pangkung Jajung, Berambang, Negara longsor.
Celakanya, longsoran sawah tersebut juga menimbun saluran irigasi sehingga terancam tidak bisa mengairi sejumlah sawah saat musim tanam yang tiba sebentar lagi.
Baca juga:
Penembakan di Mal Indiana AS, 3 Orang Tewas
Dari informasi yang dihimpun, Jumat (24/9), longsornya sawah tersebut berawal dari guyuran hujan deras yang terjadi beberapa hari belakangan ini.
Hujan itu membuat air pada saluran irigasi tersebut meluber ke sawah warga lantaran pintu airnya tertutup. Akibatnya, tanggul jebol dan airnya menghantam pesawahan sehingga terjadilah longsor.
Kondisi ini membuat seorang warga subak, I Ketut Wandra melayangkan protes tertulis kepada Kelian Subak Pangkung Jajung, Ketut Mandra. Wandra menilai Mandra telah lalai dalam menyikapi musim hujan tersebut lantaran tidak membuka pintu air saat hujan deras itu.
Padahal, sejumlah warga telah menginformasikan kepada kelian subak agar pintu air di saluran irigasi tersebut agar dibuka. Surat protes ini juga ditembuskan perbekel setempat, Bupati Jembrana, Dinas PU Jembrana, DPRD Jembrana.
Dalam suratnya itu, Wandra berharap agar pihak-pihak ini menindak tegas atas kelalaian Mandra. “Kalau saja pintu airnya dibuka tentu sawah kami tidak sampai rusak seperti ini,†terang Wandra Jumat (25/9).
Sementara itu Mandra ketika dikonfirmasi Jumat (25/9) membantah kalau pihaknya dikatakan melakukan kesengajaan membiarkan pintu dalam kondisi tertutup.
Menurut Mandra, dirinya tidak menduga kalau hujan datang selebat itu yang menyebabkan air meluap hingga menjebolkan tanggul.
Selain itu kata Mandra, di balik pintu air itu juga masih terdapat proyek lanjutan irigasi yang bila dibuka dikhawatirkan akan menyebabkan proyek tersebut berantakan.
“Kejadian itu murni disebabkan oleh alam dan bukan karena kesengajaan . Tidak ada yang menyangka kalau hujan akan terus terusan dan lebat seperti itu,†terangnya.
Untuk memperbaiki kerusakan saluran irigasi tersebut Mandra mengaku akan mengerahkan 40 krama subak secara gotong royong. “Kami juga sudah melaporkan kejadian ini secara lisan kepada Dinas PU,†katanya. (dey)
Reporter: bbn/rob
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4373 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1478 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 1333 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 967 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 903 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun