Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 2 Juli 2026
Proyek Taman Kota Dikeluhkan Dewan
BERITABALI.COM, TABANAN.
Proyek penataan taman kota Tabanan yang berada di timur Gedung Kesenian I Ketut Maria, Tabanan semakin tidak jelas.
Meski beberapa pengerjaan seperti jalan setapak telah rampung namun hingga kini suasana di proyek yang menggunakan anggaran APBD Tabanan tersebut sepi.
Tidak satupun pekerja yang melakukan aktivias pengerjaan proyek, sehingga proyek yang pengerjaannya sudah hampir enam bulan itu mangkrak.
Mangkraknya proyek taman kota ini dikeluhkan oleh anggota DPRD Tabanan IB Kade Adyana Suryawan. Ia yang duduk sebagai anggota F-Demokrat ini meyayangkan mangkraknya proyek di bekas lokasi rumah jabatan beberapa pejabat teras Tabanan itu.
Semestinya proyek yang ada di jantung kota Tabanan harus segera dirampungkan. Malu dong proyek ini mangkrak dan menjadi tontonan gratis masyarakat yang melintas di lokasi tersebut,kritiknya, Kamis (29/10).
Baca juga:
Tabanan Bentuk Satgas Penanganan PMK
Ia pun meminta, pemerintah daerah yang menangani proyek tersebut segera merampungkannya.
Dana pembangunan sebuah proyek kan sudah ada sebelum proyek ini dibangun, masak proyek dibangun sebelum ada dana, kan lucu,†katanya dengan nada tinggi.
Hal senada juga diungkapkan oleh Ketua Fraksi Golkar Ni Made Meliani. Selaku anggota dewan ia mengatakan sudah sewajarnya mempertanyakan penyelesaian proyek taman kota itu .
Sudah tidak jamannya lagi, sebuah proyek ditutup-tutupi pengerjaanya, apalagi proyek yang ada di depan mata,†jelasnya dengan nada tinggi.
Ia pun meminta pihak yang menangani proyek taman kota segera mengerjakan dan merampungkannya.
Tanpa mengecilkan besar kecilnya sebuah proyek, saya nilai proyek taman kota adalah proyek yang tidak besar, tapi saya heran kok bisa mangkrak, dimana masalahnya,†katanya setengah bertanya.
Sementara itu pantauan di lokasi, proyek tersebut baru berjalan kurang lebih 50 persen. Tampak pembatas jalan, trotoar dan sejumlah tamanan perindang seperti kelapa, dan pohoh kamboja mulai ditanami.
Sedangkan ditengah-tengah lahan seluas kurang lebih 1 hektar itu masih tidak karuan alias amburadul.
Reporter: bbn/nod
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun