Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 Juli 2026
BNN Siap Ganti Rugi Kerusakan
Beritabali.com, Denpasar
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Setelah sebelumnya pihak Kantor Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM) Bali memperkirakan kerugian akibat rusaknya sejumlah fasilitas di dalam lapas berkisar Rp 1 miliar, ternyata setelah dihitung ulang angkanya jauh lebih besar, yakni hampir 3 miliar. BNN (Badan Narkotika Nasional) mengkalim siap mengganti seluruh kerusakan di Lapas Kerobokan.
Tim BNN yang dipimpin Kepala Biro Umum BNN Brigjen Gontor Hutapea yang didampingi Kalapas Kerobokan, Siswato melakukan peninjauan langsung dilokasi kerusuhan, pada Rabu (29/06). Hasilnya, Siswanto kepada wartawan usai peninjuan mengatakan, kerugian akibat kerusuhan itu mencapai 2,98 milliar. Angka ini didapat dari hasil estimasi atau perkiraan yang dilakukan oleh konsultan.
"Kita mengundang konsultan untuk menghitung kerugian. Hasilnya diperkirakan mencapai Rp 2,98 milliar," jelas Siswanto. Dikatakan pula, cukup tingginya angka kerugian itu, karena hampir semua peralatan yang ada disekitar kerusahan mengalami kerusakan. Diantaranya, pintu, trali, meja, kursi, AC, kamera CCTV bahkan hingga kantin juga tak luput dari sasaran amuk penguni Lapas.
Lantas siapa yang bertanggungjawab atau yang menanggung biaya kerusakan? Tentang ini Siswanto mengatakan semua menjadi tanggungan BNN. "Yang ganti ya BNN," katanya singkat. Namun beda halnya dengan Kepala biro umum BNN, Bontor Hutapea. Dikatanya, kerugian pasca kerusuhan belum ada hasil terkait nilai kerugian. Bontor hanya mengatakan saat ini sedang dilakukan penghitungan.
Yang jelas sampai saat ini kami belum tahu berapa nilai kerugian karena tim sedang melakukan pengecekan," tegasnya.
Dia juga membantah pernyataan Kalapas yang menyebut nilai kerugian mencapai Rp 2,98 miliar. "Ah belum sampai disitu, karena kami masih mengevaluasi," timpalnya.
Sementara terkait siapa yang menanggung biaya perbaikan, Gontor hanya mengatakan masih akan melakukan koordinasi antara BNN dan Kementerian Hukum dan Ham. "Yang jelas antara BNN dan Kemenkum Ham masih akan berkoordinasi dulu," pungkasnya sambil berlalu.
Reporter: bbn/bgl
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3883 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2802 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2030 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1975 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1802 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun