Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 16 Agustus 2026
Pemprov Bali Rancang Aturan Subsidi Bagi Petani
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Pemerintah provinsi Bali merancang aturan mengenai subsidi bagi petani dalam bentuk keringanan pajak. Dimana nantinya petani yang dengan sadar mempertahankan sawah atau lahan pertaniannya akan mendapatkan keringanan pajak atau bahkan tidak menutup kemungkinan pajak dari lahan pertanian tersebut ditanggung oleh pemerintah.
Gubernur Bali Made Mangku Pastika dalam keteranganya di sela-sela acara SelasaPariwisata di Renon (19/3/2013) mengatakan aturan mengenai subsidi tersebut kini masih dalam tahap pembahasan. Selain mendapat subsidi pajak, pemerintah provinsi Bali juga mempertimbangkan untuk memberikan subsidi pupuk dan bibit.
“asal dia berbentuk sawah maka pajaknya diambil alih oleh pemerintah , tetap dia bayar, tetapi bukan dia yang bayar, dibayarin, kemudian pupuk, kemudian bibit, ini harus diurusin, sebab kalau tidak dari pada tidak cukup ya dijual,” ucap Made Mangku Pastika. Made Mangku Pastika menyampaikan dana subsidi bagi petani tersebut akan diambilkan dari dana pendapatan pariwisata.
Sebab selama ini pertanian telah memberikan kontribusi bagi sector pariwisata. Apalagi Subak di Bali kini telah mendapatkan pengakuan dari UNESCO sebagai warisan budaya dunia.
Reporter: bbn/mul
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4538 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2351 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 2005 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1610 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1051 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun