Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Jumat, 2 Oktober 2026
Konsep Filosofi Tidak Pas, Obyek Wisata GWK Perlu Dievaluasi
Jumat, 12 Juni 2015,
22:35 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, BADUNG.
Konflik yang membelit antara PT Alam Sutera Realty (ASR) selaku pengelola obyek wisata Garuda Wisnu Kencana (GWK) dengan ratusan pemilik toko yang tergabung dalam Perhimpunan Pemilik Toko Plaza Amata (PTPA) Garuda Wisnu Kencana (GWK) di Jimbaran, Badung hingga kini terus bergulir.
Gejolak berkepanjangan terkait ditutupnya akses jalannya secara sepihak oleh pengelola GWK yang baru terhadap 200 pemilik Toko Plaza Amata GWK mengundang perhatian dan keprihatinan banyak pihak. Salah satu tokoh Bali yang juga politisi Demokrat Bali, I Made Mudarta melihat dari sisi konsep filosofi GWK yang tidak tepat sehingga permasalahan tersebut berlarut-larut.
"Kalau kita lihat patung GWK yang didirikan sejak tahun 1983 yang dibangun di Bali Selatan dari sisi konsep filosofinya GWK yang terus bermasalah dan prosesnya berlarut-larut, akibat konsep filosofi GWK yang tidak pas," ujar Mudarta saat dihubungi, Jumat 12 Juni 2015.
Pengusaha muda yang menggemari spiritual itu mengungkapkan jika masyarakat Bali percaya adanya para Dewa penjaga Pulau Bali yang mengenal konsep Dewata Nawa Sanga yaitu 9 Dewa penjaga Pulau Bali.
"Kepercayaan masyarakat di Bali selatan itu penjaganya harusnya Dewa Brahma, kalau di barat daya itu Rudhra, di Barat Mahadewa, dan timur Iswara," ungkapnya.
Mudarta berharap pihak-pihak terkait mengevaluasi dan dicari solusi agar obyek wisata ternama di Bali selatan itu bermanfaat bagi masyarakat Bali. Menurutnya, konsep filosofi GWK yang kurang tepat sehingga memberikan vibrasi yang tidak begitu maksimum sesuai konsep Bali.
"Tentu dari alam tidak kelihatan itu akan memberikan vibrasi yang tidak begitu maksimum sesuai konsep Bali. Sebagian besar masyarakat Bali yang percaya filosofi 9 Dewa penjaga Bali sehingga konsep filosofi GWK yang tidak tepat," tegasnya. Mudarta bahkan memberi solusi ektrem dengan mengubah patung raksasa GWK dengan patung Dewa Brahma atau patung Dewi Saraswati.
"Sebaiknya patung GWK brandnya dirubah jadi patung Dewi Saraswati atau patung Dewa Brahma dengan kendaraannya Angsa sesuai konsep filosofi Dewata Nawa Sanga yang diyakini sebagian masyarakat Hindu di Bali," pungkasnya.
Berita Badung Terbaru
Berita Premium
Reporter: bbn/rob
Berita Terpopuler
01
Rem Blong, Truk Bermuatan Batu Terjun ke Jurang di Sidemen
Dibaca: 419 Kali
02
Dermaga MB 2 Diperbaiki, Antrean Gilimanuk Mengular 400 Meter
Dibaca: 348 Kali
03
Rumah Warga di Tembuku Bangli Terbakar, Kerugian Rp200 Juta
Dibaca: 289 Kali
04
Giliran Anggota Satresnarkoba Polresta Denpasar Terseret Kasus Senpi
Dibaca: 262 Kali
05
Bandara Ngurah Rai Layani 15,5 Juta Penumpang hingga Agustus 2026
Dibaca: 237 Kali
ABOUT BALI
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Sabtu, 26 September 2026
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Jumat, 11 September 2026
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Selasa, 1 September 2026