Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Kamis, 1 Oktober 2026
Lokasi Rumah Pelaku Pedofilia Australia Jauh dari Warga
Rabu, 13 Januari 2016,
18:05 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, TABANAN.
Lokasi rumah Robert Andrew Fiddes Ellis (70) pelaku dugaan pedofilia (kekerasan seksual anak bawah umur) asal Australia di Banjar Campuhan, Desa Tangguntiti, Kecamatan Selemadeg Timur, Tabanan letaknya agak jauh dari rumah warga. Rumah dengan luas 4 are dikelilingi tembok setinggi empat meter itu, memiliki dua pintu masuk. Satu di sebelah selatan satu di sebelah timur.
Pantauan di lokasi, Rabu (13/1/2016), untuk menuju lokasi dari jalan desa harus melewati jalan batu kapur berlubang dan bergelombang. Salah satu warga setempat I Nengah Rotog (60) dengan sukarela mengantar menuju lokasi. Dengan arah berbelok-belok dengan melintasi tegalan yang dipadati dengan kayu, akhirnya sampai di sebelah barat pintu masuk rumah Robert.
Di dalam rumah tersebut ada dua kamar ukuran 4 x 4 meter. Satu berisi bed tempat tidur lengkap dengan TV 14 inc. Satu kamar lagi berada di sebelah timur diperutukan sebagai dapur. Sementara di kamar tengah dibiarkan terbuka berisi kulkas dan barang lainya. Di halaman rumah dibiarkan tumbuh pohon yang tinggi, berisi kolam namun sudah tidak ada airnya. Di dalam kolam itu juga ada ayunan anak-anak yang terbuat dari tali plastik dengan posisi diikat di atas pepohonan. Rumah tersebut juga dilengkapi dengan kamar madi yang berisi shower letaknya terpisah di sebelah selatan. Di rumah Robert seluas kurang lebih 4 are itu juga dilengkapi dengan hamparan rumput jepang yang tampak kurang terurus.
“Dia (Robert) tinggal disini sudah 14 bulan yang lalu,” jelas Rotog. Dikatakanya, tanah tersebut dibeli oleh Robert dari seseorang pemilikny asal Seminyak, Kuta, yang bernama Pak Diana. Robert saat membangun rumah ini menggunakan buruh dari luar Bali.
Pada awalnya Robert biasa bergaul dengan warga bahkan sering belanja di warung yang ada di sekitar banjar campuhan. Namun setelah satu bulan dia tinggal disana , prilaku Robert sudah berubah. Ia seakan tertutup dengan warga sekitarnya.
Kecurigaan warga semakin menjadi saat melihat Robert dilihat sering membonceng anak-anak perempuan diajak ke dalam rumahnya.
“Kami sangat kecewa kalau benar rumah ini dijadikan tempat untuk mencabuli anak-anak yang berada di bawah umur,” tandasnya.
Warga juga sempat melaporkan secara lisan kecurigaanya kepada aparat kepolisian, namun tidak ada tindaklanjutnya. Beruntung petugas dari Polda Bali melakukan penangkapan, jadi kedok warga Australia itu cepat bisa diketahui dan tidak sampai ada korban dari anak-anak di banjar campuhan.
Berita Tabanan Terbaru
Berita Premium
Reporter: bbn/nod
Berita Terpopuler
01
Dermaga MB 2 Diperbaiki, Antrean Gilimanuk Mengular 400 Meter
Dibaca: 258 Kali
02
Bandara Ngurah Rai Layani 15,5 Juta Penumpang hingga Agustus 2026
Dibaca: 206 Kali
03
Rumah Warga di Tembuku Bangli Terbakar, Kerugian Rp200 Juta
Dibaca: 197 Kali
04
Desak Rita Raih Emas dan Pecahkan Rekor Asian Games 2026
Dibaca: 177 Kali
05
Karyawan Toko di Sukawati Curi Rp73 Juta, Kabur ke Banyuwangi
Dibaca: 166 Kali
ABOUT BALI
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Sabtu, 26 September 2026
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Jumat, 11 September 2026
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Selasa, 1 September 2026