Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Selasa, 6 Oktober 2026
Tewaskan 84 Orang, Pelaku Serangan Truk Nice Terkena Radikalisasi
Senin, 18 Juli 2016,
09:05 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Beritabali.com, Paris. Perdana Menteri Prancis Manuel Valls pada Minggu (17/7/2016) mengatakan, pria yang melakukan serangan dengan menabrakkan truknya hingga menewaskan 84 orang pada perayaan Bastille Day di Nice, sebelumnya telah terkena radikalisasi.
Serangan Nice pada Kamis pekan lalu (14/7/2016) kembali membuat Prancis berduka dan ketakutan setelah delapan bulan lalu Paris diserang sekelompok pria bersenjata, yang menewaskan 130 orang.
Serangan-serangan itu, serta satu lainnya yang terjadi di Brussels, Belgia, empat bulan lalu, telah mengguncang negara-negara Eropa Barat, di tengah tantangan yang sedang mereka hadapi terkait imigrasi besar-besaran, perbatasan yang terbuka serta kantong radikalisme Islam.
Pria penyerang dengan truk pada Bastille Day di Nice diketahui bernama Mohamed Lahouaiej Bouhlel, berusia 31 tahun, keturunan Tunisia.
Pihak berwenang belum mengungkapkan bahwa supir truk maut yang ditembak mati oleh polisi itu merupakan bagian dari jaringan ISIS, kelompok yang menyatakan bertanggung jawab atas serangan tersebut.
Namun, Valls dalam pernyataannya mengatakan tidak ada keraguan soal motif penyerangan pria tersebut.
"Penyelidikan akan menjelaskan fakta, tapi kita saat ini tahu bahwa si pembunuh terkena radikalisasi dengan cepat," kata Valls dalam wawancara dengan koran Minggu, Le Journal du Dimanche, seperti dilaporkan Reuters.
"Klaim oleh ISIS hari Sabtu serta radikalisasi kilat yang dialami si pembunuh memastikan adanya unsur (garis keras) Islamis dalam serangan ini," imbuhnya.
Para pejabat mengatakan, Sabtu (16/7/2016), orang-orang yang ditanyai oleh polisi menunjukkan bahwa si penabrak telah berubah drastis dari sosok yang dulunya tidak terlihat memiliki ketertarikan pada agama.
Kantor berita Amaq milik kelompok militan Islamis mengatakan bahwa Bouhlel adalah salah satu 'prajurit ISIS'.
Valls, yang mengatakan bahwa dinas keamanan telah mencegah terjadinya 16 serangan selama tiga tahun, mengindikasikan bahwa aksi maut di Nice merupakan modus operandi kelompok militan, yaitu membujuk orang-orang tidak stabil untuk melakukan serangan dengan cara apa pun.
"Daesh (istilah Barat untuk kelompok ISIS) memberikan perangkat ideologi kepada orang-orang dalam keadaan tidak stabil, yang membuat mereka mau melakukan aksi-aksinya ... ini mungkin yang terjadi dalam kasus Nice," kata Valls.
Kelompok militan, yang berada di bawah tekanan militer dari pasukan yang menentangnya, menganggap Prancis sebagai target utama atas operasi militer yang dilancarkan negara itu di Timur Tengah.
Selain itu, Prancis dianggap sebagai target yang lebih mudah diserang dibandingkan dengan AS, negara yang memimpin koalisi untuk memerangi ISIS.[bbn/idc/psk]
Berita Premium
Reporter: bbn/psk
Berita Terpopuler
01
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 1418 Kali
02
Rem Blong, Truk Bermuatan Batu Terjun ke Jurang di Sidemen
Dibaca: 1214 Kali
03
Konsensus Politik Tanpa Musuh Era Prabowo Subianto
Dibaca: 647 Kali
04
Dermaga MB 2 Diperbaiki, Antrean Gilimanuk Mengular 400 Meter
Dibaca: 554 Kali
05
Giliran Anggota Satresnarkoba Polresta Denpasar Terseret Kasus Senpi
Dibaca: 523 Kali
ABOUT BALI
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Sabtu, 3 Oktober 2026
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Sabtu, 26 September 2026
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Jumat, 11 September 2026