Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Kamis, 1 Oktober 2026
Bupati Suwirta Gagas Kotoran Ternak Jadi Bank Kompos
Selasa, 19 Juli 2016,
06:10 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, KLUNGKUNG.
Beritabali.com, Klungkung. Upaya Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta dalam meningkatkan kesejahteraan petani, salah satunya dengan penggunaan pupuk organik secara berkelanjutan.
Ide ini muncul saat Bupati Suwirta mengunjungi kelompok- kelompok ternak sapi yang ada di Desa Jumpai dan Tangkas pada saat melaksanakan program bedah Desa Jumat (15/7). Usaha ini juga akan menjawab pertanyaan yang muncul dari petani tentang kelangkaan pupuk ditingkat petani.
Strategi yang akan dilakukan untuk pemenuhan kebutuhan pupuk organik berupa pembuatan bank kompos. “Selama ini sering kita dengar ada bank sampah, bank kompos yang belum terdengar,” terang Suwirta.
Gagasan ini muncul ketika Bupati Klungkung meninjau kelompok ternak yang belum optimal memanfaatkan Kotoran sapi maupun limbahnya, bahkan ada yang dijual murah antara Rp. 50.000 s/d Rp. 100.000 per truk. Justru keuntungan melimpahnya kotoran sapi di peternak dimanfaakan daerah lain untuk digunakan pada tanaman hortikultura seperti sayur dan jeruk.
Melihat beberapa kelompok ternak sapi yang kotoran ternaknya tidak diolah dengan maksimal, untuk itu Bupati Suwirta meminta kepada Dinas Kebersihan dan Pertamanan serta Dinas Pertanian, Perkebunan dan Kehutanan, agar mengkaji untuk mencarikan lahan sebagai tempat pengolahan kotoran sapi untuk dijadikan kompos sehingga kotoran sapi tersebut bisa bermanfaat bagi para petani.
Sementara itu Ketua Kelompok ternak Satya Winangun Nengah Sudarma asal Desa Tangkas mengatakan, Proses bank kompos diawali dari kotoran sapi yang ada ditingkat peternak dibeli, dipilih yang berkualitas dijadikan satu dan dibawa kesentra bank kompos untuk diproses dengan teknologi kompos. Hasil kompos ini disalurkan kepada subak, Taman kota atau petani untuk meningkatkan kesuburan tanah dan kualitas hasil produksi pertanian.
Proses pembuatan kompos meliputi pengeringan bahan baku kompos dengan cara dijemur, hasil olahan dimasukkan alat pengolah pupuk organik sehingga ukurannya lebih halus, kemudian dicampur dengan bahan tambahan seperti kotoran ayam, dilanjutkan proses pengayakan, Perlakuan inokulasi bakteri fermentasi kedalam bahan kompos, kemudian lanjut ke proses fermentasi dan pengadukan hingga proses fermentasi menjadi sempurna (3-4 minggu). Terakhir dilakukan proses pendinginan dan packing.[bbn/hms/psk]
Berita Klungkung Terbaru
Berita Premium
Reporter: bbn/psk
Berita Terpopuler
01
Dermaga MB 2 Diperbaiki, Antrean Gilimanuk Mengular 400 Meter
Dibaca: 212 Kali
02
Bandara Ngurah Rai Layani 15,5 Juta Penumpang hingga Agustus 2026
Dibaca: 168 Kali
03
Rumah Warga di Tembuku Bangli Terbakar, Kerugian Rp200 Juta
Dibaca: 151 Kali
04
Desak Rita Raih Emas dan Pecahkan Rekor Asian Games 2026
Dibaca: 146 Kali
05
Karyawan Toko di Sukawati Curi Rp73 Juta, Kabur ke Banyuwangi
Dibaca: 130 Kali
ABOUT BALI
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Sabtu, 26 September 2026
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Jumat, 11 September 2026
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Selasa, 1 September 2026