Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Kamis, 1 Oktober 2026
Jaga Sawah Lewat G5000 Kite Festival
Minggu, 11 September 2016,
19:05 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Beritabali.com, Gianyar. Wakil Bupati Gianyar, Made Mahayastra membuka secara resmi G 5000 Kite Festival Tahun 2016, Banjar Mukti, Singapadu, Minggu, (11/9). Lomba layang – layang yang merupakan gelaran ketiga kalinya tersebut di gagas oleh STT Eka Taruna Bhakti, Banjar Mukti, Singapadu dengan tema “Kita Lestarikan Permaianan Tradisional dengan Rasa Penuh Tanggung Jawab”.
Ketua Panitia G5000 Kite Festival Tahun 2016, I Made Agus Surya Adiputra mengatakan, tujuan pelaksanaan Lomba Layang – Layang ini untuk melestarikan salah satu permaianan tradisional serta untuk lebih meningkatkan kreatifitas masyarakat dalam bermain layang – layang.
Terdapat dua katagori dalam perlombaan tersebut yakni Katagori Remaja dan Katagori Dewasa dimana jenis layang – layang yang dilombakan yakni Bebean, Janggan dan Pecukan.
“Saat ini sudah terdaftar sekitar 600 peserta dari komunitas layang – layang yang ada di Bali. Sedang ukuran terbesar dari ketiga jenis layangan tersebut sekitar 3 – 4 meter,” terang Agus Surya Adiputra.
Sementara Made Arsana salah satu juri mengatakan, kriteria ukuran untuk masing – masing jenis layangan yakni, untuk kategori remaja dengan jenis layangan Bebean 1 – 1,90 meter, Janggan 1,5 – 2,90 meter dan Pecukan 1,5 – 2,90 meter. Sedangankan katagori Dewasa, Bebean 3 – 4 meter, Janggan 2 – 2,5 meter dan Pecukan 3 – 4 meter. Terdapat lima indicator dalam penilaian yakni Guangan (5%), Warna (10%), Jejer (15%), Bentuk (30 %) serta Harmonis (40%).
“Dari lima indicator tersebut Hamonis yang mempunyai nilai paling tinggi. Bagaimana layangan itu di atas, goyangnya seperti apa itu mempunyai point tertinggi,” terang Arsana.
Wakil Bupati Gianyar, Made Mahayastra sangat mengapresiasi kegiatan lomba layang – layang terebut. Dengan berhasil dilaksanakannya G5000 Kite Festival tersebut dimana gelarannya merupakan yang ketiga kalinya menunjukkan kesiapan panitia dalam pelaksanaan kegiatan tersebut secara berkesinambungan.
Kagiatan ini bukan saja berfungsi untuk melestarikan salah satu permainan tradisional namun juga menjaga hamparan sawah yang ada di wilayah Singapadu. Tanpa adanya sawah yang luas pariwisata di Gianyar akan hancur, dimana pendapatan Kabupaten Gianyar sangat bertumpu pada pariwisata.
“Kegiatan ini merupakan salah satu strategi untuk menjaga keberadaan sawah di Gianyar. Tanpa adanya sawah tentu tidak ada tempat untuk melaksanakan kegiatan seperti ini,”terang Mahayastra.
Mahayastra menambahkan, perkembangan permainan layang – layang dari tahun ke tahun sangat tinggi. Ini ditunjukkan dengan semakin banyaknya kelompok pecinta layang – layang serta semakin berkembangnya kreasi dan inovasi layang – layang itu sendiri. Sehingga selain memberi nilai positif terhadap perkembangan pariwisata di Gianyar, kegiatan ini sekaligus sebagai wadah bagi kelompok pecinta layang – layang untuk berkreatifitas.[bbn/hms/psk]
Berita Gianyar Terbaru
Berita Premium
Reporter: -
Berita Terpopuler
01
Dermaga MB 2 Diperbaiki, Antrean Gilimanuk Mengular 400 Meter
Dibaca: 212 Kali
02
Bandara Ngurah Rai Layani 15,5 Juta Penumpang hingga Agustus 2026
Dibaca: 169 Kali
03
Rumah Warga di Tembuku Bangli Terbakar, Kerugian Rp200 Juta
Dibaca: 152 Kali
04
Desak Rita Raih Emas dan Pecahkan Rekor Asian Games 2026
Dibaca: 146 Kali
05
Karyawan Toko di Sukawati Curi Rp73 Juta, Kabur ke Banyuwangi
Dibaca: 130 Kali
ABOUT BALI
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Sabtu, 26 September 2026
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Jumat, 11 September 2026
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Selasa, 1 September 2026