Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Jumat, 9 Oktober 2026
Bupati PAS Serahkan Asuransi Untuk Ribuan Nelayan Buleleng
Rabu, 2 November 2016,
06:15 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, BULELENG.
Beritabali.com, Buleleng. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buleleng menggelontorkan bantuan berupa santunan asuransi kepada para nelayan di Kabupaten Buleleng. Asuransi ini merupakan program dari pemerintah yang disalurkan di setiap kabupaten/kota untuk menjamin kepastian dan juga keselamatan kerja bagi para nelayan yang mana resiko kerjanya sangat tinggi.
Penyerahan secara simbolis dilaksanakan di Lobi Athiti Wisma Kantor Bupati Buleleng, Selasa (1/11). Para perwakilan nelayan dari berbagai daerah di Kabupaten Buleleng menerima asuransi yang diserahkan langsung oleh Bupati Buleleng, Putu Agus Suradnyana, ST yang didampingi oleh Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Buleleng, Ir. Made Arnika.
Bupati Agus Suradnyana mengungkapkan jumlah nelayan di Kabupaten Buleleng yang boleh diasuransikan secara keseluruhan adalah 5.000 orang. Dari 5.000 orang tersebut, target tahun 2016 sebanyak 2.500 orang bisa diasuransikan.
Hal ini, menurutnya memerlukan kerja keras dari Diskanla untuk jemput bola memetakan dengan meminta bantuan kepada para camat dan kepala desa khususnya di daerah pesisir.
“Saya minta kepada diskanla untuk bekerja keras agar target tahun ini bisa terealisasi. Sementara tahun depan kita targetkan semua nelayan sebanyak 5.000 orang itu bisa diasuransikan,” ungkap Bupati yang akrab disapa PAS ini.
Menurut Bupati PAS, santunan ini terdiri dari dua jenis yaitu kecelakaan pada saat melaut dan kecelakaan pada saat di darat. Besaran asuransi bila meninggal dunia di laut adalah Rp. 200 Juta, cacat tetap Rp. 100 Juta, dan biaya perawatan Rp. 20 Juta.
Sementara untuk yang di darat meninggal dunia sebesar Rp. 160 Juta, cacat tetap dan biaya perawatan besarannya sama seperti di laut yaitu Rp. 100 Juta dan Rp. 20 Juta. Dengan besaran seperti itu, premi yang dibayarkan sebesar Rp. 175 Ribu. “Premi yang harus dibayarkan setiap nelayan sebesar Rp. 175 Ribu namun semua itu sudah disubsidi oleh pemerintah,” ucapnya.
Kadiskanla Buleleng, Made Arnika menjelaskan, santunan asuransi ini diberikan kepada nelayan yang sudah mempunyai kartu nelayan. Dengan kartu nelayan tersebut, asuransi ini sudah bisa diproses. Sebanyak 3.600 nelayan sudah memiliki kartu nelayan. Menurutnya, sesuai informasi yang diperoleh, ada perubahan petunjuk teknis mengenai asuransi nelayan ini. Dengan kartu nelayan saja, para nelayan sudah bisa didaftarkan secara online. “Ada sekitar 5.000 nelayan di Buleleng. Kita akan usahakan semuanya memiliki kartu nelayan,” jelas Arnika.
Sementara itu, salah satu perwakilan nelayan yang ditemui usai penyerahan, Nyoman Merta Witama mengungkapkan rasa terimakasihnya karena adanya santunan asuransi ini. Nelayan dari kelompok nelayan di daerah Tejakula ini juga sangat berharap bantuan apapun bentuknya untuk nelayan bisa terus digulirkan dan disalurkan kepada nelayan di Buleleng. Hal itu diharapkan untuk meningkatkan kesejahteraan para nelayan.
“Kami dari pihak nelayan sangat berterimakasih dengan adanya program santunan asuransi ini. Semoga bantuan kepada para nelayan bertambah dan terus digulirkan,” tutupnya.[rls/psk]
Berita Buleleng Terbaru
Berita Premium
Reporter: -
Berita Terpopuler
01
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 1535 Kali
02
Rem Blong, Truk Bermuatan Batu Terjun ke Jurang di Sidemen
Dibaca: 1287 Kali
03
Konsensus Politik Tanpa Musuh Era Prabowo Subianto
Dibaca: 745 Kali
04
Desa Batuan Gianyar Raih Juara I Learning Village Dunia
Dibaca: 673 Kali
05
Anggota Polsek Manggis Dianiaya, Pinggul Patah
Dibaca: 670 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Kamis, 8 Oktober 2026
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Sabtu, 3 Oktober 2026
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Sabtu, 26 September 2026
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026