Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Jumat, 1 Mei 2026
Tujuh Raja Kumpul, Perkenalkan Nusantara ke 400 Turis dan 88 Investor
Minggu, 20 Agustus 2017,
14:05 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, BADUNG.
Beritabali.com, Badung. Untuk menggaet wisatawan mancanegara, hingga investor asing ke sektor pariwisata, seni dan budaya, Tujuh raja dan sultan Nusantara berkumpul di Bali, Sabtu,(19/8) di Pantai K-Land, Desa Kelan, Badung.
Para raja dan sultan dari berbagai daerah tersebut berkumpul sembari merayakan Hari Ulang Tahun ke-72 Republik Indonesia (RI). Tujuh kerajaan dan kesultanan itu bersatu padu dalam "Timeless Indonesia Festival" yang akan dilaksanakan dari 19 sampai 25 Agustus 2017, di Pantai K-Land, Desa Kelan, Badung.
Disela kegiatan tersebut, Ketua Yayasan Konderatu, Herlinda Siahaan menyampaikan, Timeless Indonesia Festival dilakukan untuk memperkenalkan destinasi lain yang baru di Nusantara di luar Bali. Dengan tujuan utamanya, Bali ingin membantu destinasi wisata didaerah lain di Indonesia agar lebih dikenal oleh pelancong mancanegara.
"Kami mengundang 400 turis dari China. Dari jumlah tersebut terdapat 88 investor dari beberapa negara. Itu dimaksudkan agar mereka bisa melihat kekayaan Indonesia," jelasnya
Dilanjutkan, untuk saat ini sebanyak 7 kerajaan dan kesultanan yang hadir. 7 kerajaan yang hadir diantaranya, Kerajaan Sumedang Larang, Kerajaan Buleleng, Kerajaan Klungkung, Kesultanan Deli, Kedatuan Luwu, Kerajaan Bulungan Kalimantan Utara dan Kesultanan Cirebon.
Rencananya festival serupa akan kembali digelar pada Maret 2018 dengan menggandeng 7 kerajaan dan kesultanan yang berbeda. Festival tersebut bakal digelar rutin hingga 5 tahun mendatang. Targetnya jumlah turis yang datang ke destinasi lain di Nusantara bisa menembus setengah dari kunjungan wisatawan asing ke Bali.
"Bali tidak pernah kekurangan turis. Kehadiran investor diharapkan dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi Bali dan nasional," ucapnya.
Herlinda menambahkan, Yayasan Konderatu selaku penyelenggara, ingin mengulang kesuksesan pelaksanaan TIF pada 2014. Acara ini berfungsi sebagai ajang promosi pariwisata bagi daerah-daerah di seluruh Indonesia.
"Seni budaya dan pameran sejarah merupakan daya tarik yang sangat besar dan penting untuk pengembangan pariwisata," ujarnya.
Isu yang terus perlu dipupuk terkait "Bhineka Tunggal Ika", dipilih menjadi tema TIF tahun ini. Sebab, pada dasarnnya diperlukan semangat kebangsaan yang tinggi untuk lebih mempersatukan Bangsa Indonesia di tengah-tengah tantangan baik dari dalam dan luar negeri.
Selain pertunjukan dari tujuh kesultanan dan kerajaan, TIF juga akan dimeriahkan dengan pameran kebudayaan "Gallery Gerbang Nusantara". Di dalamnya terdapat pameran benda-benda bersejarah, pameran UKM dari tiap-tiap provinsi, pameran wisata alam, workshop kerajinan, kuliner Nusantara dan talk show seni dan budaya.
Pameran di Gallery Gerbang Nusantara mengutamakan pameran destinasi pariwisata setiap provinsi. Direncanakan pada TIF III yang akan digelar Maret 2018 sudah dapat diikuti oleh 34 Provinsi di Indonesia.
Selanjutnya masih dalam waktu dan kesempatan yang sama, Raden Guy Lesmanasadu Syafaruddin, Ketua Rukun Wargi atau Kerajaan Sumedang Larang, menuturkan kebudayaan harus terus hidup. Kerajaan Sumedang Larang menurutnya merupakan kelanjutan dari Kerajaan Padjadjaran.
"Kami datang hampir 100 keluarga dari Sumedang. Sumedang menjadi pusat kebudayaan Sunda. Kita kaya akan budaya sehingga dapat mendatangkan turis asing yang dapat meningkatkan perekonomian," katanya
Senada dengan hal tersebut, Ida Dalem Semara Putra, Raja Klungkung Bali, mengungkapkan festival ini dimaksudkan untuk membantu mempromosikan destinasi wisata di luar Bali, supaya diketahui oleh wisatawan mancanegara.
"Kami tuan rumah. Kami akan kembangkan pariwisata terutama di Nusa Penida yang belum banyak diketahui," paparnya.[bbn/gun/psk]
Berita Premium
Reporter: -
Berita Terpopuler
01
02
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Senin, 30 Maret 2026
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Kamis, 26 Maret 2026
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang
Kamis, 12 Februari 2026
Tradisi Imlek Unik di Singaraja, Patung Dewa Disucikan Tirta Tiga Pura
Rabu, 11 Februari 2026