Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Jumat, 30 Oktober 2026
Pengobatan Kanker Ini Diklaim Minim Efek Samping
Jumat, 1 September 2017,
18:00 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Beritabali.com, Jakarta. Rumah sakit di China, bernama St. Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou mengklaim punya metode pengobatan kanker yang minim efek samping dan efektif mengatasi kanker.
Seperti kita tahu, sampai saat ini kanker merupakan momok paling menakutkan karena penyakit ini bisa menyerang siapapun dan tak mengenal usia.
[pilihan-redaksi]
St. Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou merupakan rumah sakit kanker internasional hasil kerja sama antara Bo'ai Medical Group China dan Perennial Real Estate Singapura.
General Manager St. Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou, Wu Jin Guo untuk wilayah Jakarta dalam keterangan tertulisnya mengatakan, selama ini pihaknya melakukan pengobatan bagi pengidap kanker dengan model terapi komprehensif.
"Terapi ini adalah metode gabungan pengobatan timur dan barat bertarget minimal invasif," kata Wu Jin Guo, Rabu (31/8/2017).
Metode pengobatan tersebut menurutnya punya beberapa keunggulan seperti, minim luka, efektif, pemulihan cepat, pengobatan akurat, dan minim efek samping lainnya.
"Metode ini juga dapat mengobati kanker stadium awal dan lanjut serta mendapatkan hasil yang baik," ujarnya.
Lebih lanjut Wu Jin Guo menjelaskan, sistem ini juga mengintegrasikan esensi pengobatan tradisional China. Pengobatan itu, dapat meningkatkan kekebalan tubuh, menjaga keseimbangan tubuh dalam proses pengobatan kanker, membunuh sel tumor padat sekaligus membangun kembali sistem kekebalan tubuh yang kuat terhadap kanker, serta menghambat metastasis dan kekambuhan kanker secara menyeluruh.
Saat ini, lanjut Wu Jin Guo, St. Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou telah berkembang menjadi basis pengobatan kanker internasional terbesar di China Selatan.
"Hingga kini telah menyembuhkan lebih dari 20.000 pasien kanker stadium awal dan lanjut dari 30 negara di Asia Tenggara dan Timur Tengah," demikian Wu Jin Guo. [bbn/idc/wrt]
Berita Premium
Reporter: -
Berita Terpopuler
01
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5994 Kali
02
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4677 Kali
03
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2656 Kali
04
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2316 Kali
05
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2235 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Kamis, 8 Oktober 2026
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Sabtu, 3 Oktober 2026
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Sabtu, 26 September 2026
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026