Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Rabu, 29 Juli 2026
Pengobatan Kanker Ini Diklaim Minim Efek Samping
Jumat, 1 September 2017,
18:00 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Beritabali.com, Jakarta. Rumah sakit di China, bernama St. Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou mengklaim punya metode pengobatan kanker yang minim efek samping dan efektif mengatasi kanker.
Seperti kita tahu, sampai saat ini kanker merupakan momok paling menakutkan karena penyakit ini bisa menyerang siapapun dan tak mengenal usia.
[pilihan-redaksi]
St. Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou merupakan rumah sakit kanker internasional hasil kerja sama antara Bo'ai Medical Group China dan Perennial Real Estate Singapura.
General Manager St. Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou, Wu Jin Guo untuk wilayah Jakarta dalam keterangan tertulisnya mengatakan, selama ini pihaknya melakukan pengobatan bagi pengidap kanker dengan model terapi komprehensif.
"Terapi ini adalah metode gabungan pengobatan timur dan barat bertarget minimal invasif," kata Wu Jin Guo, Rabu (31/8/2017).
Metode pengobatan tersebut menurutnya punya beberapa keunggulan seperti, minim luka, efektif, pemulihan cepat, pengobatan akurat, dan minim efek samping lainnya.
"Metode ini juga dapat mengobati kanker stadium awal dan lanjut serta mendapatkan hasil yang baik," ujarnya.
Lebih lanjut Wu Jin Guo menjelaskan, sistem ini juga mengintegrasikan esensi pengobatan tradisional China. Pengobatan itu, dapat meningkatkan kekebalan tubuh, menjaga keseimbangan tubuh dalam proses pengobatan kanker, membunuh sel tumor padat sekaligus membangun kembali sistem kekebalan tubuh yang kuat terhadap kanker, serta menghambat metastasis dan kekambuhan kanker secara menyeluruh.
Saat ini, lanjut Wu Jin Guo, St. Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou telah berkembang menjadi basis pengobatan kanker internasional terbesar di China Selatan.
"Hingga kini telah menyembuhkan lebih dari 20.000 pasien kanker stadium awal dan lanjut dari 30 negara di Asia Tenggara dan Timur Tengah," demikian Wu Jin Guo. [bbn/idc/wrt]
Berita Premium
Reporter: -
Berita Terpopuler
01
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3893 Kali
02
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2855 Kali
03
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2043 Kali
04
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1997 Kali
05
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1805 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Sabtu, 18 Juli 2026
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Selasa, 16 Juni 2026
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Senin, 25 Mei 2026
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Senin, 18 Mei 2026
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Selasa, 5 Mei 2026