Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Rabu, 14 Oktober 2026
Pasca Kebakaran di Benoa, FPM Bentuk Tim Pantau Dampak Terhadap Mangrove
Rabu, 11 Juli 2018,
13:30 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Beritabali.com, Denpasar. Kebakaran di Dermaga Barat Pelabuhan Benoa Senin (9/7) subuh lalu terus memantik reaksi sejumlah LSM Lingkungan khususnya Forum Peduli Mangrove (FPM) Bali yang sudah enam tahun konsisten merawat dan melestarikan mangrove di Bali khususnya di kawasan Teluk Benoa.
“Semoga kejadian tersebut segera ditangani dan tidak ada dampak yang merusak hutan mangrove di perairan Teluk Benoa. Ketika pipa oli bocor beberapa tahun lalu di pintu masuk Pelabuhan Benoa dampaknya sejumlah mangrove yang ada di sekitarnya beberapa bulan kemudian mengering dan mati,” kata Pendiri FPM, Heru Budi Wasesa, SE, Msi (Han),Selasa (10/7).
Heru memastikan pihaknya telah membentuk tim untuk terus memantau dampak dari kebakaran tersebut terhadap mangrove yang ada kawasan Teluk Benoa.
“Sejak kemarin tim FPM sudah turun ke lapangan memantau dan melihat bagaimana dengan kondisi mangrove pasca kebakaran tersebut. Setiap minggu dievaluasi pada titik mana saja yang terkena limbah oli akibat kebakaran itu. Semoga kejadian ini bukanlah hukuman atas politisasi dan mencari populis atas lingkungan yang selama ini terjadi,”katanya lagi.
Alumni Universitas Pertahanan ini juga mempertanyakan sikap Pemerintah yang dianggap tebang pilih dalam menata lingkungan, terutama di Bali. Pemerintah selaku pembuat kebijakan harus mencermati perluasan Pelabuhan Benoa. Terutama dari sektor lingkungan hidup.
"Jangan ada dusta diantara kita. Jangan jadikan isu lingkungan untuk politisasi dan membuat diri populis. Kejadian kebakaran di Pulau Benoa jangan dianggap remeh. Ini terjadi karena kecongkakan dan kemunafikan pada lingkungan selama ini,"ucapnya.
“Ada apa dengan Kementerian Lingkungan Hidup? Kami berharap pemerintahan baru di Bali nanti, arif dan bijaksana dalam menyikapi Teluk Benoa," imbuhnya.
Pendiri Forum Peduli Mangrove (FPM) Heru B. Wasesa mempertanyakan peran sejumlah pejuang lingkungan hidup dalam menyampaikan kepedulian terhadap ancaman nyata kelestarian hutan mangrove akibat kebakaran tersebut.
“Ke mana para pejuang tolak reklamasi dan para selebritis tolak reklamasi yang katanya cinta terhadap lingkungan dan kawasan tersebut. Apa peran nyata mereka terutama terhadap dalam tahap dalam kejadian kebakaran ini dan peran mereka selama ini terhadap perawat itu ke hutan mangrove,”tanya Heru.
Peristiwa ini bukan cuma berbicara tentang nilai kerugian kebakaran secara materi, tetapi juga kerugian lingkungan hidup karena kebakaran ini pasti berdampak dan merembet ke hutan mangrove.
Heru berharap mereka yang benar-benar berjuang merawat hutan mangrove selama ini jangan jadikan kawasan kawasan tersebut hanya kepentingan politis dan mencari popularitas untuk kepentingan diri dan kelompok.
“Coba lihat apa yang sudah terjadi sesungguhnya di sana reklamasi Bandara Ngurah Rai. Pelindo dengan pendalaman alur, yang caranya juga sama dengan reklamasi hanya membuang pasir atau menimbun di tempat yang berbeda. Kemana kemana pemerintah yang mengeluarkan AMDAL, apakah sudah adil,”tanya Heru lagi.
“Jangan tebang pilih. ini juga yang menjadi pertanyaan, ada apa dengan Bu Menteri Lingkungan Hindup,”tegasnya.
Menurutnya, kalau memang pemerintah tebang pilih, maka atas dasar keadilan untuk kawasan Teluk Benoa, sebaiknya dimoratorium untuk kepentingan dan kelestarian lingkungan, dan semua yang ada di atas harus kembali menjadi daerah konservasi dengan segala aturan yang berada di dalamnya.
“Atas dasar keadilan, kalau perlu di Teluk Benoa dilakukan moratorium dan kembali menjadi kawasan konservasi dengan segala peraturan,”tegasnya.[bbn/rls/psk]
Berita Denpasar Terbaru
Berita Premium
Reporter: bbn/rls
Berita Terpopuler
01
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4343 Kali
02
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2030 Kali
03
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 1892 Kali
04
Rem Blong, Truk Bermuatan Batu Terjun ke Jurang di Sidemen
Dibaca: 1564 Kali
05
Sidak Cafe di Payangan, Polisi dan BNN Gianyar Tes Urine 21 Orang
Dibaca: 1387 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Kamis, 8 Oktober 2026
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Sabtu, 3 Oktober 2026
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Sabtu, 26 September 2026
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026