Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 4 Oktober 2026
PMI Tabanan Luncurkan Program Kesiapan Epidemi dan Pandemi Berbasis Masyarakat
BERITABALI.COM, TABANAN.
Beritabali.com, Tabanan. Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Tabanan meluncurkan Program Kesiapan Epidemi dan Pandemi Berbasis masyarakat (CP3). Peluncuran dan sosialisasi yang dilakukan pada Senin (16/7) di Restoran Kurnia Village dilaksanakan dalam rangka memberikan gambaran bagi pihak lintas sektor terhadap program CP3 yang dilaksanakan oleh PMI Tabanan sehingga adanya pemahaman yang sama dan dapat mendukung serta berpartisipasi bersama. Kegiatan tersebut dibuka secara langsung oleh Sekretaris PMI Tabanan yang juga merupakan Kepala BRSUD Tabanan I Dr. Nyoman Susila.
Wakil Bupati Tabanan yang juga merupakan Ketua PMI Tabanan I Komang Gede Sanjaya dalam sambutan tertulis yang dibacakan oleh Dr. Nyoman Susila mengungkapkan salah satu yang sering ditemui di masyarakat adalah kurangnya kesiapsiagaan dan pengetahuan di masyarakat di dalam menangani suatu kejadian seperti epidemi dan pandemi yang akhirnya memberikan dampak yang cukup luas kepada kehidupan manusia di dunia.
“Dilaksanakannya program berbasis masyarakat ini dengan melibatkan seluruh komponen yang ada, niscaya dampak dari kejadian tersebut dapat ditanggulangi. Semua lintas sektor diharapkan dapat memiliki pemahaman yang sama serta berpartisipasi dalam setiap kegiatan yang kami laksanakan,” ungkapnya.
Sanjaya berharap kepada semua komponen PMI dan para lintas sektor untuk selalu berkolaborasi sehingg apa yang menjadi tujuan dapat tercapai. “Saya ini tidak lupa menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada PMI Provinsi Bali, PMI Pusat, IFRC, karena PMI Tabanan dijadikan salah satu bagian dari PMI yang diberi kepercayaan sebagai tempat penyelenggaraan program kesiapan epidemi dan pandemi berbasis masyarakat,” imbuhnya.
Sementara itu perwakilan International Federation Red Cross (IFRC) Parlan Suparlingga mengungkapkan program CP3 ini adalah sebuah program global, dimana Tabanan terpilih menjadi salah satu pilot project dari 3 Kabupaten lainnya di Indonesia. “Salah satu alasan Tabanan dipilih karena merupakan salah satu tujuan wisata yang didatangi banyak orang dari seluruh dunia. Selain Tabanan di Indonesia dipilih 3 Kabupaten Lainnya yakni Bogor, Banten dan Boyolali,” ujar Suparlingga
Suparlingga berharap adanya dukungan dari semua pihak terkait, karena untuk mensukseskan program ini PMI dan IFRC tidak bisa bekerja sendiri. “Kami berharap dukungan dari semua pihak terkait, dinas, rumah sakit karena PMI dan IFRC tidak bisa sendiri. Dengan program CP3 ini kesiapsiagaan akan lebih baik lagi,” papar Suparlingga.[bbn/rlstbn/mul]
Reporter: -
Berita Terpopuler
Rem Blong, Truk Bermuatan Batu Terjun ke Jurang di Sidemen
Dibaca: 1154 Kali
Dermaga MB 2 Diperbaiki, Antrean Gilimanuk Mengular 400 Meter
Dibaca: 494 Kali
Giliran Anggota Satresnarkoba Polresta Denpasar Terseret Kasus Senpi
Dibaca: 455 Kali
Rumah Warga di Tembuku Bangli Terbakar, Kerugian Rp200 Juta
Dibaca: 402 Kali
Bandara Ngurah Rai Layani 15,5 Juta Penumpang hingga Agustus 2026
Dibaca: 346 Kali
ABOUT BALI
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung