Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Jumat, 8 Mei 2026
Resolusi APACT: Desak Negara Asia Pasifik Naikkan Pajak Tembakau 75%
Senin, 17 September 2018,
10:40 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, BADUNG.
Beritabali.com,Badung. Hasil resolusi Konferensi Pengendalian Tembakau Asia Pasifik atau APACT ke-12 salah satunya adalah mendesak negara di kawasan Asia Pasifik meningkatkan pajak penjualan minimal 75% dari harga ritel produk tembakau.
[pilihan-redaksi]
Ketua Komite Nasional Pengendalian Tembakau Nafsiah Mboi mengatakan pihaknya juga meminta badan pekerja dunia secepatnya memutus kerja sama dengan industri tembakau, seluruh negara diminta melarang display rokok di outlet ritel dan pelarangan iklan rokok di media sosial.
Ketua Komite Nasional Pengendalian Tembakau Nafsiah Mboi mengatakan pihaknya juga meminta badan pekerja dunia secepatnya memutus kerja sama dengan industri tembakau, seluruh negara diminta melarang display rokok di outlet ritel dan pelarangan iklan rokok di media sosial.
"Seruan ini merupakan beberapa dari 12 resolusi Konferensi Pengendalian Tembakau Asia Pasifik atau APACT ke-12 yang berlangsung di Nusa Dua," ujarnya Sabtu (15/9).
Ia juga menambahkan dalam rangka menjaga kesejahteraan perekonomian dan kesehatan masyarakat Indonesia pada umumnya, maka Indonesia mendorong untuk meratifikasi konvensi pengendalian tembakau melalui Framework Convention on Tobacco Control (FCTC) dalam kurun waktu satu tahun.
[pilihan-redaksi2]
Ia optimis ratifikasi tersebut dapat dilakukan dalam tempo setahun. Meski sulit dihadang berbagai rintangan, dengan semangat kerja sama hal tersebut menurutnya bisa dilakukan. "Semua memungkinkan, guna Indonesia meratifikasi dalam setahun karena kita tidak tahu siapa Presiden berikutnya, atau Presiden sekarang jika nanti terpilih akan berubah pikiran,” jelasnya.
Ia optimis ratifikasi tersebut dapat dilakukan dalam tempo setahun. Meski sulit dihadang berbagai rintangan, dengan semangat kerja sama hal tersebut menurutnya bisa dilakukan. "Semua memungkinkan, guna Indonesia meratifikasi dalam setahun karena kita tidak tahu siapa Presiden berikutnya, atau Presiden sekarang jika nanti terpilih akan berubah pikiran,” jelasnya.
Ia mengharapkan agar Pemerintah dan lembaga swadaya masyarakat harus bekerja sama untuk menghadapi industri rokok yang sangat besar. Upaya mengendalikan tembakau justru tidak berhasil, kata dia apabila pemerintah dan lembaga masyarakat justru terpecah belah.
"Semua harus bersatu padu dalam menghadapi kondisi saat ini," pungkasnya. (bbn/aga/rob)
Berita Premium
Reporter: bbn/aga
Berita Terpopuler
01
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 779 Kali
02
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 687 Kali
03
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 509 Kali
04
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 485 Kali
05
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Selasa, 5 Mei 2026
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Senin, 30 Maret 2026
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Kamis, 26 Maret 2026
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang
Kamis, 12 Februari 2026