Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 1 Oktober 2026
Taksu Sebuah Spirit Akan Keseriusan, Keyakinan dan Kepercayaan
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Beritabali.com, Denpasar. Taksu menjadi spirit yang mempunyai kekuatan secara spiritual dan membuat orang yang melakukannya menjadi lebih seken (serius), saje (dilakukan dengan sebenarnya), santep (yakin dan percaya), bisa (mempunyai kemampuan), nawang (tahu), dan dadi (dapat dilakukan). Inilah konsep yang dipegang oleh masyarakat Hindu Bali dari dahulu kala sampai sekarang ini dengan kebudayaan yang diwarisi secara turun temurun dan bernafaskan ajaran agama Hindu.
Taksu inilah yang diyakini memberikan nilai, kekuatan, dan spirit dalam setiap aktivitas sosial dan religius dalam kehidupan masyarakat Hindu di Bali. Hal tersebut terungkap dalam sebuah artikel ilmiah berjudul “Bali dalam Dinamika Masyarakat dan Kebudayaan di Tengah Perkembangan Pariwisata” yang ditulis oleh I Made Pasek Subawa dari Institut Hindu Dharma Negeri (IHDN) Denpasar dan dipublikasikan dalam Jurnal Ilmiah Pariwisata, Agama dan Budaya (Pariwisata Budaya), Volume 3, Nomor 1 tahun 2018.
I Made Pasek Subawa menuliskan bahwa masyarakat Hindu di Bali pada umumnya yakin dan percaya bahwa taksu adalah kekuatan suci Tuhan yang dapat membangkitkan dan meningkatkan daya kreativitas, intelegensia, serta kemampuan intelektualitas seseorang, yang dihubungkan pula dengan kemahakuasaan manifestasi Tuhan. Para pelaku seni di Bali memperoleh kekuatan suci Tuhan ini sehingga mampu menghasilkan karya seni yang berdaya pukau tinggi atau diistilahkan metaksu.
Taksuini tidak saja diperuntukkan dalam bidang kesenian, bahkan lebih dari itu, setiap aktivitas kehidupan masyarakat Hindu di Bali merujuk pada taksu. Taksu tidaklah dalam bentuk nyata yang emperis, akan tetapi taksu itu bersifat metafisik yang tidak mungkin untuk menggambarkannya secara positivistik.
Pada sisi lain, perwujudan taksu yang diyakini dapat memberikan kekuatan terhadap apa yang dikerjakan disimbolkan dalam bentuk bangunan pelinggih (tempat suci) untuk dapat memujanya. Simbol inilah yang digunakan sebagai media dalam mentransformasi kekuatan suci Tuhan. Karena Tuhan itu bersifat abstrak, tak terpikirkan, dan terbayangkan, maka mustahil orang dapat mewujudkannya secara langsung, oleh karena itu dipergunakanlah simbol-simbol sebagai bentuk kemahakuasaan beliau dan dilakukan proses penyucian (ritual) untuk menjadikan simbol itu sakral dan mempunyai daya magis.
Dengan adanya taksu sebagai spirit dalam aktivitas berkebudayaan di Bali menunjukkan adanya keterlibatan kekuatan Tuhan dalam setiap karya manusia. Oleh karena itu, spirit taksu inilah yang memberikan kekuatan kepada masyarakat Hindu di Bali dalam menjaga esensi kebudayaan Bali tetap ajeg dan semakin berkembang sampai sekarang ini.[bbn/ Pariwisata Budaya/mul]
Reporter: bbn/mul
Berita Terpopuler
Dermaga MB 2 Diperbaiki, Antrean Gilimanuk Mengular 400 Meter
Dibaca: 202 Kali
Bandara Ngurah Rai Layani 15,5 Juta Penumpang hingga Agustus 2026
Dibaca: 157 Kali
Rumah Warga di Tembuku Bangli Terbakar, Kerugian Rp200 Juta
Dibaca: 140 Kali
Desak Rita Raih Emas dan Pecahkan Rekor Asian Games 2026
Dibaca: 136 Kali
Karyawan Toko di Sukawati Curi Rp73 Juta, Kabur ke Banyuwangi
Dibaca: 120 Kali
ABOUT BALI
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar